Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Uang Benggol Transaksi Jual Beli Di Pasar Pakuwon Bantaragaung

 

Gambar pak Alwan salah seorang pengunjung dari kampus STID Al-Biruni sedang menunjukan benggol sebagai alat transaksi di pasar Pakuwon Bantaragung

Ketakketikmustopa.com. Sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Majalengka, Desa Wisata Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka menggelar festival Bumi Bantaragung, dan pada gelaran tersebut ada pasar pakuwon di tengah sawah yang menyajikan kuliner dan makanan tradisional desa dengan beragam jajanan kampung yang diberi nama Kuliner Pakuwon, yang makanannya bisa dinikmati para pengunjung dengan harga yang sangat murah. Para pengunjung, bisa menikmati jajanan khas Bantaragung sambil menikmati sejuknya suasan alam dan panorama Gunung Ciremai, karena Bantaragung sendiri berada di kaki Gunung Ciremai. Tak heran jika suhu udaranya sejuk dengan suasana damai.

Jajanan yang disajikan diantaranya saja adalah ongol-ongol, getuk, awug, geblog, putri noong, cuhcur, surabi hangat beragam rasa, kelepon dan ada yang unik yakni papais waluh. Semua makanan bisa dinikmati dengan minuman hangat dan dingin karena tersedia bandrek, wedang jahe, bajigur , teh hangat dan minuman lainnya. Untuk membeli makanan tersebut, pengunjung bisa menukarkan uang dengan koin kayu yang mereka sebut benggol, yang setiap koinnya dihargai senilai Rp 2.500. Penukaran uang dengan koin dilakukan dipintu masuk menuju arena festival.

Bapak Dr. Zamaksari selaku Wakil Ketua III Bidang Kesiswaan dan Kerjasama STID Al-Biruni Cirebon mengaku sengaja berkunjung ke Bantaragung bersama para dosen dan mahasiswa sekitar 40 orang untuk menikmati keindahan alam gunung dan untuk menikmati jalakotek, cuhcur Bantaragung yang rasanya sangat khas, kering dan mengembang serta sangat renyah, manisnya juga sangat legit karena gula merahnya yang wangi.

“Kami dan para mahasiswa bisa menikmati keunikan transaksi jual beli disini. Caranya dengan membeli 1 uang benggol seharga Rp. 2.500 dan harus beli satu ikat uang benggol yang terbuat dari kayu yang jumlahnya 10 biji seharga Rp. 25.000,- . Setelah memiliki uang benggol baru bisa jajan semangkuk soto misalnya dengan 4 biji uang benggol  seharga Rp. 10.000,- ” kata Dr. Zamaksari.

Para pengunjung merasa senang dan bahagia karena bisa transaksi kaya jaman baheula dimana uang kertas belum ada, yang ada adalah uang benggol yang terbuat dari tembaga dan di tengahnya ada bolongnya. Sementara di era sekarang yang sudah serba transaksi digital ada transaksi jual beli pakai uang benggol tapi terbuat dari kayu.

STID Al-Biruni Babakan Ciwaringin Jalin Kerjasama Dengan Perusahaan Aplikasi Max Novel Dari Shanghyang China

Gambar foto bersama Pak Chang dari perusahaan Aplikasi Max Novel negeri Tiongkok bersama Ketua Yayasan Amal Al-Biruni serta para dosed STID Al-Biruni 

Ketakketikmustopa.com. Babakan Ciwaringin, Cirebon – 19 November 2024, Sekali lagi, STID Al-Biruni Babakan Ciwaringin Cirebon menunjukkan komitmennya untuk memperluas jangkauan pendidikan dan memperkenalkan inovasi-inovasi baru dalam dunia pendidikan tinggi. Pada hari ini, 19 November 2024, kampus yang berlokasi di kawasan Babakan Ciwaringin, Cirebon, ini menyambut kedatangan perwakilan dari perusahaan aplikasi asal Shanghai, China, yang bernama Max Novel. Aplikasi ini khusus dirancang untuk penulisan dan publikasi karya sastra, dengan fokus utama pada karya-karya novel, baik yang ditulis oleh penulis pemula maupun profesional.

Kedatangan perwakilan Max Novel dipimpin langsung oleh Mr. Chang, yang merupakan pihak pengelola utama aplikasi tersebut. Dalam kesempatan ini, Max Novel mengajak STID Al-Biruni untuk berkolaborasi dalam rangka membuka peluang bagi para mahasiswa dan dosen yang memiliki karya sastra, terutama novel, untuk dapat dipublikasikan melalui platform mereka. Selain itu, kerjasama ini juga bertujuan untuk mengembangkan berbagai bentuk karya kreatif lainnya, seperti puisi, cerpen, dan tulisan-tulisan non-fiksi yang dapat diperkenalkan ke pasar internasional.

Mr. Chang mengungkapkan bahwa pihaknya melihat potensi besar dalam kerja sama ini, mengingat kualitas akademik dan kreativitas yang dimiliki oleh civitas akademika STID Al-Biruni. 

"Kami sangat antusias untuk bekerja sama dengan STID Al-Biruni. Kami percaya bahwa dengan memanfaatkan aplikasi Max Novel, para mahasiswa dan dosen akan mendapatkan platform yang lebih luas untuk mengembangkan dan mempublikasikan karya-karya sastra mereka. Aplikasi ini memberikan kemudahan bagi penulis untuk menjangkau audiens global, yang sangat penting di dunia yang semakin terhubung ini," ujar Mr. Chang dalam pertemuan tersebut.

Mendorong Kreativitas dan Inovasi

Ketua Yayasan Amal Al-Biruni, KH. Uki Marzuki, menyambut baik tawaran kerja sama yang diajukan oleh pihak Max Novel. Beliau menilai bahwa kerjasama ini sejalan dengan visi STID Al-Biruni untuk terus mengembangkan potensi mahasiswa dalam berbagai bidang, terutama dalam dunia kreativitas yang kini semakin berkembang pesat.

"Program seperti ini sangat penting untuk perkembangan kampus kami. Tidak hanya bagi mahasiswa yang berminat dalam sastra, tetapi juga untuk membuka kesempatan lebih luas dalam bidang kreativitas lainnya. Selain itu, kami berharap dapat memfasilitasi karya-karya mereka yang nantinya dapat dikenali oleh dunia internasional," kata KH. Uki Marzuki dengan penuh semangat.

Dalam kesempatan ini, KH. Uki juga menambahkan bahwa kerjasama ini bukan hanya terbatas pada penerbitan karya sastra semata, tetapi juga mencakup beberapa program lainnya yang dapat melibatkan lebih banyak pihak, baik dari dalam maupun luar negeri. Beberapa di antaranya adalah live streaming, karya novel, pertukaran mahasiswa, pembuatan film pendek melalui platform TikTok, dan kolaborasi dalam proyek-proyek media kreatif lainnya. Semua program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman baru kepada mahasiswa dan memperluas wawasan mereka mengenai tren dan perkembangan terbaru di dunia digital serta industri kreatif.

Peluang Global untuk Mahasiswa dan Dosen

Dengan adanya kerja sama ini, para mahasiswa dan dosen STID Al-Biruni diberikan kesempatan untuk tidak hanya menghasilkan karya sastra berkualitas, tetapi juga untuk memasarkan dan mempublikasikannya ke pasar internasional. Max Novel memiliki akses ke pembaca dari berbagai negara, yang tentunya menjadi peluang besar bagi penulis untuk memperkenalkan karya-karya mereka ke audiens yang lebih luas.

Melalui platform ini, karya-karya yang terbit tidak hanya terbatas pada bentuk teks, tetapi juga dapat berkembang ke berbagai format lain, seperti film pendek atau serial yang dapat dipublikasikan melalui media sosial, seperti TikTok. Hal ini memungkinkan para kreator untuk mengeksplorasi berbagai bentuk ekspresi artistik, dari sastra hingga media visual, yang semuanya memiliki potensi untuk dinikmati oleh audiens global.

Kerjasama ini juga membuka peluang bagi STID Al-Biruni untuk mengembangkan lebih lanjut program pertukaran mahasiswa, di mana mahasiswa tidak hanya belajar di dalam negeri, tetapi juga dapat merasakan pengalaman internasional dengan belajar di negara mitra atau terlibat dalam proyek-proyek internasional. Selain itu, program live streaming yang dimaksudkan dapat digunakan untuk memperkenalkan berbagai karya mahasiswa, mulai dari pembacaan puisi, diskusi buku, hingga seminar-seminar kreatif yang dapat diakses oleh audiens di seluruh dunia.

Mendorong Pengembangan Pendidikan Kreatif

Dalam dunia pendidikan tinggi, pengembangan kreativitas dan inovasi merupakan hal yang sangat penting untuk menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan global. Dengan memanfaatkan teknologi dan platform-platform digital yang terus berkembang, seperti yang ditawarkan oleh Max Novel, STID Al-Biruni berharap dapat terus mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berkreasi dalam bidang seni dan media.

"Kami ingin mahasiswa kami tidak hanya sekadar menguasai teori-teori akademik, tetapi juga mampu menghasilkan karya-karya kreatif yang dapat diapresiasi di tingkat global. Kerjasama dengan Mark Novel ini adalah salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut," ujar KH. Uki Marzuki.

Membangun Jaringan Internasional yang Lebih Kuat

Kunjungan dan kerja sama ini bukan hanya menguntungkan bagi mahasiswa dan dosen STID Al-Biruni, tetapi juga memberikan kesempatan untuk membangun jaringan internasional yang lebih kuat antara kampus dan lembaga-lembaga pendidikan serta perusahaan-perusahaan di luar negeri. Dengan semakin terbukanya akses ke dunia internasional, STID Al-Biruni berharap dapat terus memperluas wawasan dan pengalaman mahasiswa serta menciptakan peluang-peluang baru yang dapat mendukung pengembangan karier mereka di masa depan.

Kerjasama dengan Max Novel ini juga menjadi salah satu langkah strategis untuk menghadapi era digital yang semakin pesat, di mana karya-karya kreatif dapat dengan mudah dipublikasikan dan diakses oleh siapa saja di seluruh dunia. Dengan dukungan teknologi, STID Al-Biruni berkomitmen untuk terus mengembangkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan kreativitas dan inovasi.

Semoga melalui kerja sama ini, STID Al-Biruni dapat terus menjadi pelopor dalam mengembangkan pendidikan berbasis teknologi dan kreativitas di Indonesia. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan menjalin kerjasama internasional yang strategis, STID Al-Biruni tidak hanya akan memperkaya pengalaman akademik mahasiswa, tetapi juga memberi mereka kesempatan untuk berkontribusi secara global dalam dunia sastra, seni, dan media.

Dengan segala potensi yang dimiliki, kerjasama ini diharapkan akan membuka jalan bagi lebih banyak karya kreatif dari Indonesia yang bisa dikenali dan diapresiasi oleh dunia.



Pasar Pakuwon, Pesona Desa Bantaragung di Kaki Gunung Ciremai


Gambar Pasar Pakuwon Bantaragung menyajikan berbagai macam makanan tradisional dan kuliner yang menggugah selera.

ketakketikmustopa.com, Desa Bantaragung, terletak di Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, kini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Barat. Berada di kaki Gunung Ciremai, desa ini menawarkan keindahan alam yang memukau, budaya lokal yang kaya, dan keramahan masyarakat yang sulit dilupakan. Pemandangan alamnya, jika dilihat dari atas melalui drone, tampak seperti lukisan sempurna—bagaikan seorang puteri cantik yang anggun memikat.

Salah satu daya tarik utama Desa Bantaragung adalah terasering sawah di kawasan wisata Ciboer Pass, yang tak kalah indahnya dengan Ubud, Bali. Di sini, wisatawan dapat menikmati hamparan hijau yang membentang luas, udara segar khas pegunungan, serta suasana tenang yang menenangkan jiwa. Selain itu, Desa Bantaragung juga memiliki objek wisata alam lainnya seperti Curug Cipeuteuy, Bukit Batu Semar, dan Telaga Biru Ciceureum, yang menjadi surga tersembunyi bagi pecinta alam.

Namun, daya tarik Desa Bantaragung tidak hanya terbatas pada keindahan alamnya. Desa ini juga kaya dengan kuliner khas Tanah Pasundan, seperti Nasi Liwet, Jalakotek, Singkong Rebus, dan masih banyak lagi. Wisatawan yang ingin menyelami lebih dalam kehidupan desa dapat berkunjung ke Pasar Bumi Pakuwon, yang digelar setiap bulan sekali, termasuk pada Sabtu (17/11/2024). Pasar ini menghadirkan suasana otentik pedesaan dengan suguhan berbagai kuliner khas, mulai dari soto, somay, hingga nasi bakar, yang menggugah selera.

Selain menikmati kudapan, jajanan dan kuliner lainnya yang tersedia, wisatawan juga bisa menikmati alunan musik sunda berupa degung, jaipong dan lagu-lagu tatar sunda klasik yang asyik di tambah suasana angin sumliwir menambah kesyahduan dan kenikmatan berwisata di tengah sawah.

Pasar Bumi Pakuwon bukan sekadar pasar, tetapi juga wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan tradisi Desa Bantaragung. Ahmad Yani, salah satu tokoh desa, mengungkapkan bahwa pasar ini memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk ikut serta dalam aktivitas masyarakat desa.

"Wisatawan bisa mencicipi makanan tradisional dan mengikuti kegiatan khas pedesaan. Jika ingin menikmati lebih lama, tersedia penginapan yang nyaman," ujarnya.

Selain itu, berbagai paket wisata alam yang ditawarkan menambah daya tarik desa ini. Mulai dari paket trekking, paket menginap, hingga paket edukasi untuk anak-anak, semuanya tersedia dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu per orang. Samhari, salah satu pengelola wisata, menambahkan bahwa wilayah Desa Bantaragung juga termasuk dalam Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), yang memastikan keberlanjutan lahan pertanian tetap terjaga.

Desa Bantaragung tidak berkembang sendiri. Dukungan penuh diberikan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, yang membantu promosi desa ini sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Barat. Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan potensi ekonomi masyarakat desa tetapi juga memperkuat daya tarik Bantaragung sebagai tujuan wisata yang berkelanjutan.

Desa Bantaragung adalah perpaduan sempurna antara keindahan alam, budaya lokal, dan keramahan penduduknya. Dengan atraksi seperti Pasar Pakuwon dan paket wisata yang terjangkau, desa ini menjadi tempat ideal untuk melepas penat dan menikmati kehidupan sederhana yang sarat makna. Jadi, kapan Anda berkunjung ke Desa Bantaragung?


Ngobrol Ringan Tentang Tauladan Nyai Masturoh Babakan Ciwaringin Hingga ChatGPT

 

Gambar suasana civitas akademik STID Al-Biruni Cirebon asyik santai makan bersama

ketakketikmustopa.com,  Suatu sore yang tenang di kampus STID Al-Biruni Babakan Ciwaringin Cirebon, sekelompok civitas akademika berkumpul dalam sebuah acara yang terkesan sangat santai namun penuh makna. Tak ada tema besar yang diusung, tak ada acara formal yang digelar. Hanya sepontanitas, ajakan makan-makan di rumah Pak Dr. Ainun Najib di Kempek, yang kemudian menjadi wadah bagi sebuah obrolan ringan yang penuh hikmah. Inilah salah satu momen langka di kampus, di mana suasana kebersamaan dan kehangatan hadir tanpa dibatasi formalitas.

Gagasan untuk acara ini sesungguhnya datang dari sesepuh sekaligus pembina STID Al-Biruni, KH. Lukman Hakim. Beliau menginginkan sebuah pertemuan yang tak terikat oleh agenda tertentu, hanya sekadar berbincang, bersantai, dan merayakan kebersamaan. Setelah melaksanakan sholat Maghrib, acara pun dimulai dengan penuh keakraban. Husni Mubarok, M. Ag., salah seorang dosen di kampus tersebut, bertindak sebagai pembuka dan moderator acara, dengan mengundang KH. Lukman Hakim untuk mengisi obrolan tersebut.

Kehadiran Kyai Lukman dalam acara ini membawa suasana yang penuh kedamaian. Beliau membuka dengan sebuah kisah inspiratif yang sangat mengena, mengambil teladan dari sosok ibu Nyai Hj. Masturoh, seorang tokoh penting di Babakan Ciwaringin yang dikenal dengan keteladanannya dalam membina umat.

"Ibu Nyai Masturoh sering kali dalam menyatukan ibu-ibu nyai di Babakan, beliau tidak perlu banyak acara atau ritual yang rumit. Cukup dengan memasak dan mengundang makan, itu sudah cukup. Tanpa tahlil, doa, atau bacaan lainnya. Yang penting adalah berkumpul, berbagi, dan menjaga silaturahmi," kata Kyai Lukman.

Cerita sederhana namun penuh makna ini menggambarkan filosofi hidup yang sangat relevan untuk zaman sekarang. Di tengah kesibukan dan hiruk-pikuk kehidupan, kebersamaan dalam bentuk yang sederhana seperti makan bersama bisa menjadi pengikat yang sangat kuat. Tak perlu banyak kata atau acara besar, yang penting adalah niat tulus untuk saling berbagi dan menjaga hubungan.

"Ibu Nyai Masturoh cukup mengutus santerinya untuk mengundang ibu-ibu nyai yang ada di Babakan hanya untuk makan," lanjut Kyai Lukman, memberikan contoh bagaimana kekuatan kebersamaan bisa tercipta dengan cara yang sangat sederhana. 

“Sampai hari ini, belum ada ceritanya bahwa ada ibu nyai pengasuh pesantren Babakan iri karena santerinya sedikit, yang itu kok banyak santerinya. Sampai sekarang tetap rukun, guyub, bersatu”

"Begitu pun dengan acara kita malam ini. Kita di sini hanya untuk makan-makan, berbincang ringan. Segala kepenatan di kampus bisa cair begitu saja dengan cara ini," tambahnya, menyiratkan betapa pentingnya relaksasi dan menjaga keseimbangan hidup.

Di tengah obrolan ringan tersebut, Kyai Lukman juga menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas progres yang dicapai oleh kampus dan dosen-dosennya. 

"Pada akhir-akhir ini kita harus banyak bersyukur. Lihatlah, banyak dosen yang sudah mencapai capaian yang luar biasa, ada yang sudah meraih gelar doktor, bahkan ada yang sudah menjadi profesor. Ini adalah suatu prestasi yang patut kita syukuri dan banggakan," ujarnya, memberikan semangat bagi seluruh civitas akademika untuk terus berusaha dan berkontribusi lebih baik lagi.

Tak hanya soal prestasi akademik, dalam kesempatan itu juga diselipkan pembicaraan mengenai kemajuan teknologi, khususnya perkembangan kecerdasan buatan, yang kini semakin berkembang pesat. 

"Bahkan ChatGPT pun sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Sebuah kemajuan yang tak bisa dihindari, dan harus kita manfaatkan dengan bijak," kata Kyai Lukman, menandai bahwa meskipun dunia terus berubah, kebijaksanaan dalam menggunakan teknologi tetap menjadi kunci.

Obrolan ringan yang berlangsung malam itu di rumah Pak Dr. Ainun Najib bukan sekadar acara sosial, melainkan juga sebuah refleksi tentang pentingnya menjaga hubungan, baik secara personal maupun profesional, serta terus belajar dari teladan-teladan kehidupan yang ada di sekitar kita. Seperti yang diungkapkan oleh Kyai Lukman, kebersamaan, saling berbagi, dan rasa syukur adalah kunci untuk menjaga keharmonisan dalam kehidupan kampus dan masyarakat.

Perayaan Hari Santri Nasional di Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon 2024 Diikuti Puluhan Ribu Santri

 

Gambar malam puncak HSN Tahun 2024 Pesantren Babakan Bersholawat dan Konser Musik

ketakketikmustopa.com, 22 Oktober 2024 – Puluhan ribu santeri, baik laki-laki maupun perempuan, dari 90 pondok pesantren di Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2024. Acara yang berlangsung pada Selasa (22/10) tersebut diselenggarakan di lapangan bola Desa Babakan dan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat.

 

Setelah upacara, para santri yang berasal dari berbagai pondok pesantren berpartisipasi dalam karnaval yang mengelilingi Desa Babakan. Karnaval ini menampilkan berbagai pakaian adat dan busana kreatif lainnya, menambah semarak suasana perayaan.

 

Kuwu Desa Babakan, Satori, menyampaikan kebanggaannya atas terselenggaranya HSN yang setiap tahun rutin diperingati di desanya. Menurut Satori, Desa Babakan memiliki peran penting dalam sejarah pesantren di Indonesia termasuk diantaranya yang menembak Jenderal Malabi dari Inggris adalah Kyai Solihin dari Babakan Ciwaringin. Kini, desa Babakan telah memiliki 90 pondok pesantren yang menjadi pusat pendidikan dan dakwah Islam.

 

"Pada peringatan Hari Santri 2024 ini, kami mengusung tema 'Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan'. Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon ikut serta meramaikan acara ini dengan berbagai kegiatan, salah satunya karnaval busana muslim," ujar Satori.

 

Lebih lanjut, Satori menambahkan bahwa seluruh santri, baik putra maupun putri, turut serta dalam perayaan ini. "Jumlah santri di Pesantren Babakan mencapai lebih dari 10 ribu, dan mereka semua terlibat aktif dalam acara ini. Ini menunjukkan kesetaraan peran antara santriwan dan santriwati dalam kegiatan di pesantren," tambahnya.

 

Salah satu santri dari Pondok Pesantren Al-Biruni Arul, mengungkapkan kebahagiaannya karena perayaan tahun ini jauh lebih meriah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. "Karnaval Santri tahun ini tiga kali lebih meriah dibandingkan tahun lalu. Banyak ide-ide kreatif yang muncul untuk HSN 2024 ini. Saya berharap perayaan ini menjadi motivasi bagi para santri untuk semakin istiqomah dalam menuntut ilmu," katanya dengan penuh semangat.

 

Arul juga berharap agar santri di seluruh Indonesia dapat menjadi generasi yang lebih cemerlang di masa depan, baik sebagai pemimpin bagi bangsa maupun masyarakat. Karnaval yang diikuti oleh ribuan santri ini memberikan semangat baru bagi pesantren untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi bangsa dan agama.

 

Perayaan Hari Santri Nasional 2024 di Pesantren Babakan Ciwaringin ini bukan hanya menjadi ajang untuk memperingati peran santri dalam sejarah bangsa, tetapi juga sebagai momen untuk mengokohkan semangat kebersamaan dan pengabdian para santri dalam menghadapi tantangan di masa depan.

 


Peringatan Maulid Nabi: Menyebarkan Kasih Sayang dan Kedamaian

 

Gambar ilustrasi sedang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

ketakketikmustopa.com, Setiap datangnya bulan Rabiul Awal umat Islam di seluruh belahan bumi memperingati hari kelahiran Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Peringatan ini di Indonesia biasa disebut Muludan atau Maulid. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah momen penting bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran dan ajaran beliau dan menjadi kesempatan untuk melaksanakan nilai-nilai kasih sayang dan kedamaian yang diajarkan oleh Nabi.

Nabi Muhammad dikenal sebagai Rahmatan lil 'Alamin yang berarti rahmat bagi seluruh alam. Ajaran beliau menekankan pentingnya kasih sayang antar sesama, toleransi, dan perdamaian. Dalam konteks ini, berbagai kegiatan dilakukan, seperti pengajian, pawai, dan pembacaan syair pujian atau sholawat atas Nabi seperti Al-Barjanji, Addibai, Simtudduror dan lainnya yang memperkuat rasa kebersamaan dan kekuatan umat Islam.

Melaluiperingatan Maulid Nabi, umat Islam diajak untuk merenungkan dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, dengan menyebarkan kasih sayang dan kedamaian, masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan penuh rasa saling menghargai.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga sebagai momentum untuk membangun solidaritas dan meningkatkan kepedulian sosial. Aktivitas seperti pembagian makanan dan bantuan kepada yang membutuhkan menjadi bentuk nyata dari pengamalan ajaran Nabi.

Maulid Nabi Muhammad SAW, yang diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal, memiliki banyak makna dan nilai penting dalam kehidupan umat Islam, Menghormati dan Mengingat Rasulullah adalah kesempatan untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, sosok yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dengan merayakan Maulid, umat Islam menunjukkan rasa cinta dan hormat yang mendalam terhadap beliau.

Meneladani Ahlak Nabi, Dalamperingatan Maulid Nabi, umat diajak untuk merenungkan akhlak dan perilaku Nabi yang mulia. Beliau adalah teladan terbaik dalam hal kebaikan, keadilan, dan kasih sayang. Mengikuti jejak beliau adalah langkah menuju kehidupan yang lebih baik dan harmonis.

Selain itu Maulid Nabi menguatkan iman kita dan nilai-nilai spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu Maulid Nabi menjadi momen refleksi bagi umat Islam untuk meningkatkan iman dan keimanan. Dengan mendengarkan kisah hidup Nabi dan ajaran-ajarannya yang disampaikan oleh para penceramah, kita diingatkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Peringatan Maulid Nabi juga menanamkan rasa persaudaraan, sering kali diisi dengan kegiatan pengajian yang melibatkan masyarakat dengan majelis-majelis, masyarakat dengan pengurus masjid, atau masyarakat memperinngatinya sendiri dengan mengundang masyarakat setelah itu menggelar makan-makan atau ada yang membuat berkat. Ini membantu mempererat tali persaudaraan antar sesama umat Muslim dan menciptakan rasa kebersamaan.

Sebagai Momentum Penyebaran Kasih Sayang, Maulid mengingatkan kita untuk menebar kasih sayang dan kepedulian, tidak hanya kepada sesama umat Islam, tetapi juga kepada semua makhluk. Ini sejalan dengan ajaran Nabi yang selalu menekankan pentingnya cinta dan empati.

Menghadirkan Kedamaian dalam Masyarakat, Dalam suasana perayaan, diharapkan tercipta kedamaian dan keharmonisan. Maulid menjadi pengingat akan pentingnya hidup rukun, saling menghormati, dan menghindari konflik karena perbedaan faham.

Secara keseluruhan, Maulid Nabi bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga momen yang kaya akan makna dan nilai. Dengan merayakannya, umat Islam diharapkan dapat menguatkan ikatan spiritual, memperbaiki diri, dan menyebarkan cinta serta kedamaian dalam kehidupan sehari-hari.

 

Wallohu a’lam

 

'Idul Fitri dan Metafora Mbah Benu Jama’ah Aolia

 

Gambar Mbah Benu atau KH. Ibnu Hajar Pranolo bersama Jama'ah Aolia sedang memberikan klarifikasi

ketakketikmustopa.com, Ramadan 1445 H tinggal beberapa hari lagi  akan segera meninggalkan kita. Tak seorang pun yang sanggup meghalangi, kalau ada yang usul supaya Ramadan diulangi karena ada kecurangan dalam berpuasa misalnya ikut sahur tapi merokok pagi-pagi, ikut tarawih tapi ke warteg di siang hari, tidak puasa tapi sibuk ke Mall beli baju baru, dan lain-lain. Kecurangan-kecurangan seperti tadi tidak akan merubah pendirian diulanginya Ramadan kecuali akan datang lagi di tahun depan.

Saat tamu agung Ramadan hadir di tengah-tengah rumah kita semoga saja kita bisa menjamu dengan penghormatan layaknya tamu besar. Penghormatan dan jamuan untuk Ramadan tentunya bukan hidangan yang enak-enak, makanan-makanan yang lezat, minuman-minuman yang manis dan segar. Yang dimaksud dengan penghormatan dan jamuan di sini adalah  amalan-amalan terbaik serta kita dapat meraih berbagai keutamaan yang ada pada Ramadan, diampuninya dosa dan juga diterima semua amal ibadah kita.

Ramadan berjalan begitu cepat dan berlalu bagaikan kilat. Sayangnya kita bersikap sangat santai bahkan sangat lambat dalam meresponnya. tidak menggunakan kekuatan tenaga dan kekuatan hati memanfaatkan waktu bersama Ramadan. Kita sangat sibuk dengan pekerjaan kita hingga amalan-amalan yang ada di dalamnya jadi luput. Kita memang tadarrus tapi belum bisa meninggalkan bergunjing dan menggibah, kita bershodaqoh tapi masih hobi menyalahkan orang lain dan pengakuan paling benar tidak mau menerima kesalahan dirinya. Seringnya selama kita menemani Ramadan tak ubahnya menemani tamu orang biasa di hari-hari biasa.

Semarak Ramadan dimana-mana sangat meriah saling bersahutan dilengkapi dengan kecanggihan teknologi dan internet sehingga apabila kita tidak bisa mengikuti acara akbar atau Pengajian Nuzulul Qur’an, cukuplah kita menngklik link acara tersebut, kita bisa mengikuti pengajian pasaran yang dilaksanakan pesantren besar misalnya hanya lewat live streaming dan lain-lain.

Dengan kecanggihan teknologi internet ini kita bisa menyaksikan secara langsung perbedaan di segala penjuru bumi ini. Contoh, di saat Indonesia bagian Timur sudah berbuka puasa maka di Indonesia bagian Barat belum buka puasa, di saat Negara  Indonesia memasuki tengah malam kita bisa menyaksikan di Negara Arab Saudi baru melaksanakan Sholat Isa dan Sholat Tarawih. Kita harus berterima kasih telah dibantu oleh teknologi mutakhir hingga kita bisa mengetahui suara adzan sholat 5 waktu tidak pernah berhenti di muka bumi ini. Alangkah indahnya cara manusia melaksanakan ritual-ritual keagamaan di muka bumi ini.

Soal perbedaan menentukan 1 Ramadan atau 1 Syawal saja di kita Indonesia tidak pernah sama, mengapa? Jawabnya, karena adanya perbedaan 2 metode yang digunakan oleh masing-masing golongan. Metode Pertama, adalah metode rukyat yaitu berupa kegiatan melakukan observasi langsung terhadap Hilal (bulan sabit) pada sore hari tanggal ke-29 (malam ke-30) bulan berjalan pada saat matahari terbenam. Apabila di ufuk barat, di sekitar matahari terbenam, hilal bulan baru dapat dilihat, maka malam itu dan keesokan harinya dinyatakan sebagai tanggal 1 bulan baru. Akan tetapi apabila hilal pada sore itu tidak terlihat, maka malam itu dan keesokan harinya dinyatakan sebagai hari ke-30 bulan berjalan, dan awal bulan baru ditetapkan lusa.

Metode kedua untuk menentukan awal bulan Qomariyah adalah Metode Hisab, yaitu perhitungan astronomis terhadap posisi Bulan sore hari pada hari terjadinya konjungsi (ijtimak) Bulan dan matahari. Terdapat beragam jenis hisab seperti hisab wujudul hilal, hisab imkanu rukyat, hisab ijtimak sebelum matahari terbenam, hisab ijtimak sebelum fajar, dan lain sebagainya. Makanya sangat wajar apabila NU dan Muhammadiyah selalu berbeda dalam menentukan Hari Raya Idul Fitri.

Selain NU dan Muhammadiyah, ada Jama’ah Thariqoh Naqsabandiyah biasanya melaksanakan Hari Raya ‘Idul Fitri 3 hari lebih awal. Ini dikarenakan menggunakan  hitungan Hisab Qomariyah yang ada dalam Kitab Munjib, dalam kitab tersebut salah satunya adalah penghitungan permulaan puasa dihitung lima hari setelah awal puasa pada tahun sebelumnya. Biasanya Jama’ah Thariqoh Naqsabandiyah ini hari lebarannya 3 hari sebelum lebaran pemerintah.

Jama’ah Aolia Gunungkidul Yogyakarta

Jama’ah Aolia yang berada di Gunungkidul hari-hari ini sedang viral di media sosial karena pelaksanaannya lebaran hari raya ‘Idul Fitri 5 hari sebelum pelaksanaannya lebaran atau ‘Idul Fitri Pemerintah. Sebenarnya bukan itu persoalan yang menjadi kontroversi masyarakat, yang menyebabkan Jama’ah Aolia tiba-tiba muncul ke permukaan karena Imam Jama’ah Aolia KH. Ibnu Hajar Pranolo atau yang kerap disapa Mbah Benu, viral sudah menelpon Allah Swt terkait pelaksanaan Shalat ‘Idul Fitri di hari Jum’at (5/4/2024).

Sehari setelah itu Mbah Benu menyampaikan tabayyun atau klarifikasi bahwa pernyataannya itu hanya istilah perjalanan spiritualnya selama ini dalam memeluk agama Islam.

"Dan yang sebenarnya adalah perjalanan spiritual saya kontak batin dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala," kata Mbah Benu, dikutif dari berbagai video youtub.

Mbah Benu menjelaskan alasan mereka menyelenggarakan salat Id lebih awal ketimbang dengan penetapan pemerintah karena hal tersebut adalah keyakinan yang selama ini mereka anut.

Sebab, di Indonesia masih bebas memilih menentukan hari rayanya sendiri.

"Indonesia itu bebas. Mau hari raya silakan, tidak hari raya ya monggo. Mau puasa monggo tidak puasa monggo. Itu tidak masalah yang penting jaga persatuan jaga persatuan dan kesatuan, Jangan saling menyalahkan" ujarnya

Penulis ingin mencermati kata-kata "Sudah menelpon Allah Swt" yang disampaikan Mbah Benu dalam video youtub itu termasuk Gaya Bahasa (Majaz) Metapora. Dilansir dari Balai Bahasa Jateng, Majas metafora merupakan sebuah gaya bahasa yang menggunakan kata atau kelompok berupa kalimat untuk mengacu terhadap suatu objek tertentu, tetapi tidak dengan arti yang sebenarnya.

Dengan demikian, maka mari kita hormati dan hargai keyakinan dan pernyataan Mbah Benu menelpon Allah Swt maksudnya mungkin dia telah melakukan ijtihad dan istikhoroh berkontemplasi secara khusuk meminta petunjuk kepada Allah dalam hal penentuan Hari Raya dan Sholat ‘Iedul Fitri.

Maka, berbahagialah bagi mereka yang menghormati segala perbedaan dan telah maksimal bersama Ramadan, melaksanakan berbagai amalan, menjalani berbagai ibadah dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menjadi hamba taat, meskipun kondisi di tengah hiruk pikuk dunia saat ini.

Selamat Hari Raya ‘Iedul Fitri 1 Syawal ‘1445 H

Taqobbalallahu Minna Waminkum MinL ‘Aidin Wal Faizin

Mohon Maaf Lahir Bathin

Wallohu a'lam

22 Januari 2024 Hari Pejalan Kaki

 

Gambar : Foto hanya pemanis diambil dari freepik.com


ketakketikmustopa.com,  Tidak banyak orang yang tahu bahwa tanggal 22 Januari adalah Hari Pejalan Kaki, tulisan terkait dengan hal itu pernah kami tulis pada  tanggal 17 April 2022 dengan judul Filosofi Jalan Kaki dengan tujuan betapa mirisnya kebiasaan jalan kaki hampir-hampir hilang misalkan untuk keperluan belanja ke minimarket yang jaraknya hanya 20 meter harus berkendaraan sepeda motor, mengantar anak ke sekolah juga sama harus menggunakan kendaraan bermotor.

Kesibukan dan pekerjaan yang menuntut hingga harus memaksakan berkendaraan roda dua bahkan roda empat bisa menimbulkan permasalahan baru yaitu kemacetan di jalan raya, polusi udara, dan semakin menipisnya bahan bakar minyak (BBM) hingga harus berpikir ulang bagaimana manusia bisa menemukan pengganti BBM untuk kehidupan anak cucu kita nanti.

Untuk para pejalan kaki pemerintah sudah membangun jalan trotoar agar masyarakat bisa menggunakannya. Di saat pemerintah membangun jalan trotoar bagi pejalan kaki lagi-lagi memunculkan persoalan baru, hak para pejalan kaki direbut dengan bermunculannya para pedagang kaki lima membuka lapak di atas jalan trotoar.

Pentingnya hari Hari Pejalan Kaki sangat baik buat kesehatan, otot jadi kuat, badan jadi bugar, olah raga gratis dan lain-lain. Adapun hari pejalan kaki itu sendiri bermula dari peristiwa yang sangat tragis kecelakaan mobil menabrak 12 orang pejalan kaki, sebanyak 9 orang korban tabrak lari tersebut meninggal dunia. Peristiwa itulah yang mendasari penetapan tanggal 22 Januari sebagai hari Pejalan Kaki Nasional.

Oleh karena itu, Hari Pejalan Kaki Nasional diperingati untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat dan pemerintah bahwa penting dalam menciptakan ruang aman dan nyaman bagi pejalan kaki. Gerakan ini diperlukan untuk mendukung hak-hak seluruh pejalan kaki yang sama pentingnya dengan pengguna jalan lainnya.

 

Orang tua dahulu adalah pejalan kaki hebat bahkan manusia pertama  Nabi Adam alayhissalam bersama Hawa. Setelah dipindahkan ke bumi, mereka berjalan kaki menempuh banyak daerah yang jauh, hingga sampai ke bukit cinta Arafat di Hijaz. Kini puncaknya menjadi tempat para jomblo menempelkan fotonya dengan harapan Allah akan segera mempertemukan jodoh mereka.

 

Dari Arafah, Adam dan Hawa berjalan kaki hingga ke Muzdalifah untuk beristirahat sejenak. Kemudian melanjutkan langkah kaki menuju Ka’bah untuk tawaf, dan seterusnya hingga dijadikan bentuk  perjalanan ibadah haji di kemudian hari.

 

Sokrates dikisahkan gemar berjalan pada pagi hari di sekitar Agora atau area perkumpulan masyarakat. Plato (427 SM – 347 SM) berjalan kaki mondar mandir saat mengajarkan filsafat kepada muridnya. Aristoteles (384-322 SM) berjalan kaki bersama para muridnya sambil menerangkan dewa dewi, alam, dan kehidupan, sehingga membuat kagum orang-orang sekitar.

 

Karena sambil berjalan kaki, filsafat Yunani kerap disebut filsafat paripatetik. Tradisi Islam menyebutnya Masyaiyah. Asal katanya Masya dan Yamsyi yang berarti berjalan kaki. Pada dasarnya paripatetik bermakna berjalan, namun secara istilah, filsafat paripatetik bermakna filsafat yang merujuk kepada Aristoteles.

 

Ada cerita lagi seorang penulis Henry David Thoreau (1817-1862). Ini orang senang sekali berjalan kaki dalam kesehariannya. Dari kebiasaan sehat itu dia menjadi energik menulis karya besar seperti Civil Disobedience (pemberontakan sipil). Ini adalah bacaan wajib orang kiri dan mereka yang tidak terima dengan status quo dengan segala praktik kezaliman di dalamnya. Mereka yang hidup pada abad ke-19, bahkan hingga saat ini, akan tertarik membaca civil disobedience sebagai panduan orang untuk menyikapi status quo yang dianggap sebagai ‘keadaan sakral’ yang tak perlu diubah.

 

Presiden Amerika Serikat ke-44 Barrack Obama adalah orang yang gemar berjalan kaki. Dalam beberapa video, tampak presiden kelahiran Hawai ini melangkahkan kaki berjabat tangan dengan orang-orang sekitar, berfoto bersama mereka, dan membeli burger.

 

A Philosophy of Walking mengajarkan kita bagaimana asyik berjalan kaki: menempuh jarak yang jauh, tapi tidak membuat lelah dan membosankan. Setelah itu bisa menghasilkan banyak karya atau banyak buku. Masih malu jalan kaki?

 

Wallohu a’lam

 

22 Januari  2024

STID Albiruni mengucapkan Selamat Hari Pejalan Kaki Nasional

Tasyakuran Daerah Otonomi Baru (DOB) Cirebon Timur Gelar Kirab Budaya




 

ketakketikmustopa.com, 28/12/2023. Masyarakat Cirebon Timur pada hari Rabu kemarin (27/12/2023) turut larut dalam kegembiraan merayakan tasyakuran setelah direkomendasikannya Cirebon Timur oleh Bupati Cirebon Bapak H. Imron Rosyadi dan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Bapak H.Muhammad Luthfi, S.T., M.S.i.,

Acara Tasyakur dalam bentuk kirab budaya ini mengambil start dari alun-alun bunderan Jatiseeng dan finish di halaman parkir Terminal Cirebon Kabupaten Cirebon. Acara tersebut berlangsung meriah yang dihadiri ketua DPRD kabupaten Cirebon H. Moh. Luthfi, pengurus FCTM, Habib Ronald, Sekjen FKKC, Wakil Ketua FKKC, In Jabar, tim akademik, para kuwu dan tokoh masyarakat serta undangan terkait lainnya yang berlangsung di Halaman terminal Ciledug, kabupaten Cirebon Jawa Barat.

Bentuk rasa syukur kehadirat Allah SWT, pada malam harinya digelar Cirebon Timur Bersholawat agar supaya perjalanan perjuangan DOB Cirebon Timur diberikan kelancaran.

Hadir pada acara malam harinya diantaranya, Bapak Bupati, IBU wakil Bupati Hj Ayu Ciptaningsih, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon,  Segenap Porkopinda, Porkopimcam, Para Kuwu,  Para  Ketua BPD, dari In Jabar Unpad  ada Prof. Dr. Yogi Suprayogi dan Kapolresta Cirebon

 

Dalam sambutannya Ketua Umum FCTM, KH Usamah Manshur mengatakan pihaknya sangat bersyukur dengan telah dilaksanakannya Paripurna DPRD Kabupaten Cirebon untuk persetujuan pemekaran Cirebon timur. 

 

"Alhamdulillah FCTM  Hari ini masyarakat Cirebon Timur melaksanakan  tasyakkuran  kepada Allah SWT karena ikhtiar kita usaha kita, Cirebon Timur menuju menjadi DOB sudah memperoleh legalitas formal  dengan rapat parifurna DPR  dengan  Bupati pada tanggal 5 Desember 2023 yang lalu, memutuskan menyatakan  persetujuan Cirebon Timur menjadi  DOB dengan ditanda tanganinya  oleh Bapak Bupati i  dan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon.

Para kuwu juga sudah lama melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Mudesus) dan hasil Mudesusnya telah diterima oleh Bupat, Wakil Bupati, Ketua Dewan DPRD ini berarti di tingkat kabupaten sudah selesai.. Maka patut kita bersyukur, tadi pagi kita telah melaksanakan karnafal budaya, Cirebon Timur dibikin macet karena banyaknya arak-arakan  bertumpah ke jalanan,  ini sebagai tanda bukti syukur.  Kami sampaikan lagi yang namanya Tasyakur itu apa. Kata para kyai itu Tasyakkur itu  Ziyadatut Tho’ah atau bertambahnya ketaatan, tapi kalau di kalangan orang awam taysakur itu makan yang enak." ujarnya.

"Keberhasilan ini hasil ijtihad kita bersama secara kolektif kolegial. Bukan keberhasilan Usamah Mansur, saya mah  tidak ada apa-apanya  kalau tidak dibantu oleh pemerintah daerah, termasuk juga kalau tidak  ada pak Yogi dari In Jabar. " ujarnya lagi.

Berikutnya sambutan dari Bapak Drs. H. Imron Rosyadi, Bupati, sangat mendukung dengan adanya DOB Cirebon Timur, karena di dalam sistem anggaran kita. Jawa Barat penduduk yang sangat padat penduduk maka akan berpengaruh kepada pembangunan di tingkat bawah. Harapannya dengan adanya DOB Cirebon Timur kesejahteraan masyarakat khususnya di CirebonTimur lebih sejahtera.

"Sudah sejak dari dulu sudah ada masyarakat Cirebon Timur berkeinginan untuk memekarkan diri tapi tidak jadi terus. berkat perjuangan Kyai Usamah ini menjadi titik terang yaitu dengan sudah ditanda tanganinya persetujuan adanya Daerah Otonomi Baru." Jelas Bupati Cirebon.


3 Jam Pembacaan Parade Puisi Cinta Untuk Baginda Nabi Besar Muhammad Saw di Kafe Kampung Mertua Majalengka

 

Gambar  : Para mahasiswa sedang membacakan puisi secara bergantian Antologi Puisi Cinta untuk Baginda Nabi Besar Muhammad Saw. karya Mustopa

ketakketikmustopa.com, 21/12/2023. Di penghujung tahun 2023 ini Dewan Ekskutif Mahasiswa (DEMA) STID Al-Biruni Cirebon menggelar acara Parade Puisi Mahasiswa dan Bedah Buku Antologi Puisi Cinta Untuk Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. acara ini dihadiri oleh para mahasiswa dan perwakilan dari masing-masing organisasi intra kampus yaitu, Pengurus Dema STID Al-Biruni Cirebon, Mahasiswa Pencinta Alam Langit Biru (Mapalangit Biru) STID Al-Biruni, Paduan Suara Mahasiswa (PSM) STID Al-Biruni dan organisasi ekstra kampus yaitu, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STID Al-Biruni Cirebon.

Kegiatan parade puisi dan bedah buku ini juga sekaligus dalam rangka memperingati "Hari Teh Internasional" . Acara ini digelar agar mahasiswa dan masyarakat kampus mengenal dunia sastera dan dunia literasi sambil menikmati hidangan minuman teh.

"Kami atas nama Dema STID Al-Biruni ingin memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Mustopa selaku dosen pengajar di kampus yang kita cintai ini atas karya-karyanya di bidang literasi menulis buku dan menulis karya sastera, juga kami ingin mendorong para mahasiswa untuk giat dalam menulis karya-karya sastera yang sudah mulai ditinggalkan" kata Fathurrohman selaku Ketua Dema STID Al-Biruni. 

Para mahasiswa yang membaca puisi secara bergantian yang jumlahnya 26 judul puisi yang terhimpun dalam buku Antologi Puisi Cinta Untuk Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Sekalipun dibacanya tidak seperti para penyair hebat sekelas Gus Mus, W.S. Rendra, Taufik Ismail, Hamka, nampak para mahasiswa antusias dan semangat dalam membacakannya.

Bapak Mustopa dalam pemaparannya setelah acara selesai mengungkapkan, "Hari ini di kalangan dunia akademik sangat kering akan hasil-hasil karya sastera, kurang minat menulis puisi, sungkan menulis novel, cerpen dan lain sebagainya. Kami yang sudah berpuluh-puluh tahun sedang terjebak dalam pemikiran praktis pragmatis, sebaliknya di luar kalangan akademik begitu derasnya karya-karya sastera novel atau puisi yang terlahir bukan dari kalangan akademik, Justeru terlahir dari kalangan masyarakat umum yang notabene bukan dari kalangan kampus" Kata Pak Mustopa yang lebih senang dipanggil Mang Mus.

Pada era1980 atau 1990an para siswa di sekolah SMP atau MTs  sudah berapa kali khatam membaca novel Siti Nurbaya: Kasih Tak Sampai Karya Marah Rusli, Di Bawah Lindungan Ka’bah karya Hamka, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka dan lain-lain. Di Bidang karya puisi kita banyak mengenal karya puisi dari para penyair : Aku karya Chairil Anwar, Hujan Bulan Juni karya Supardi Djoko Darmono, Sajak Widuri Untuk Joko Tobing karya W.S. Rendra, Dalam Kemah karya Mohamad Gunawan dan lain-lain.

Di kalangan pesantren kita mengenal sang maestro sosok KH. Mustopa Bisri yang lebih dikenal dengan Gus Mus, beliau sampai sekarang tidak hanya kyai yang mengelola santri di pesantrennya atau memikirkan umat di seantero Indonesia tapi juga beliau seorang penyair yang sudah menghasilkan ratusan puisi diantaranya, Surabaya, Putera-Puteri Pertiwi, Soal, Negeriku, Di Taman Pahlawan, Keluhan, Kita Semua Asmuni atau Asmuni Cuma Stu, Kalau Kau Sibuk Kapan Engkau Sempat, Mula-Mula, Identitas Atawa Aku Dalam Angka, Guruku, Orang Penting, Puisi Balsem dari Tunisia, Nyanyian Kebebasan atawa Boleh Apa Saja, Pilihan, Suwuk Kulhu Sungsang, Suwuk Solibin, Suwuk ManiCemar, Kepada Penyair, Orang-Orang Besar, Andai Kata, Ibu, Nasihat Ramadhan Buat A Mustofa Bisri, Ya Rasulullah, Sajak Cinta, Negeriku, Dalam Tahiat, Doa Rasulullah SAW, Rasanya Baru Kemarin.

Menjawab beberapa pertanyaan yang di lontarkan mahasiswa terkait dengan sejarah sastera di Indonesia, Mustopa menjelaskan apa itu sastera, "Jadi, apakah yang dimaksud dengan sejarah sastra Indonesia itu? Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) bahwasannya sejarah ialah kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Artinya sejarah sebagai upaya penyampaian yang terjadi pada masa lampau. Dengan demikian, sejarah memiliki sifat keaslian yaitu fleksibel atau menyesuaikan dalam hal penting. Hal ini menunjukkan bahwa sejarah mempunyai satu versi tunggal yang hadir dalam permukaan pembaca dan pendengar dalam versi pemilik peristiwa tersebut. Peristiwa bersejarah dalam sastra Indonesia salah satunya yaitu polemik antara golongan Manifes Kebudayaan dengan kelompok Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) pada waktu 1960-an. Dalam peristiwa tersebut dapat dipahami sifat asli sejarah, yaitu fleksibel mengikuti kemauan para pemiliknya, dan diyakini dari peristiwa tersebut bahwa sejarah tak mungkin langsung dipahami oleh satu versi realitas. Hal ini berarti menunjukkan semakin banyak pelaku sejarah, semakin pula bervariasi versi yang muncul. Artinya dalam versi pemilik peristiwa tersebut tidak ada satu versi tunggal terhadap sejarah yang menerima kehadiran ke permukaan pembaca dan pendengar." paparnya.

Di saat sekarang ini, kampus harus menjadi garda terdepan dalam membangkitkan karya-karya sastera yang terlelap tidur panjang, karena itu atas dasar pemikiran ini Dema STID Al-Biruni Cirebon menggelar parade puisi dan bedah buku. 

3 Jam Pembacaan Parade Puisi

Diskusi semakin asyik sambil menikmati hidangan "Baso Mertua" dibarengi dengan "Es Teh, "Mertua", "Tembe Mendoan Mertua" hingga tidak terasa waktu hampir maghrib. Sebelum diskusi ngobrol santai tentang sastera, tentang bagaimana bisa menulis, terlebih dahulu pembacaan Parade Puisi Cinta Untuk Baginda Nabi Besar Muhammad Saw Karya Mustopa dibacakan selama 3 jam, mulai jam 14.00 WIB - 17.00 WIB, Berikut judul-jidul puisi tersebut :

 

1. Gurun Pasir
2. Terbitnya Cahaya
3. Cahaya Seluruh Alam
4. Halimah Assa’diyah
5. Antara Ibunda dan Kakek
6. Ketegaran Sang Paman
7. Bahira Sang Rahib
8. Sang Pengembala Kambing
9. Al-Amin
10. Gua Hiro
11. Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi
12. Di Atas Bukit Shafa
13. Tekanan
14. Hijrah
15. Tahun Kesedihan
16. Thaif
17. Isra dan Mi’raz
18. Baiat Aqabah
20. Perang Badar
21. Perang Uhud
22. Fathu Makah
22. Bebondong-bondong Masuk Islam
23. Haji Wada’
24. Tanda Perpisahan
25. Peristiwa Sebelum Wafat
26. Berita Meninggalnya Nabi

Mengungkap Akar Budaya, Guar Bumi Desa Leuwikujang Kecamatan Leuwimunding Tahun 2023

 

Gambar : Foto Tahlil dan Istighosah salah satu rangkaian kegiatan Guar Bumi 2023


Sejarah Leuwikujang

Diceritakan oleh seorang tokoh masyarakat desa Leuwikujang yaitu Alm. Bapak Lebe Zaenudin semasa hidupnya bahwa pada bad Ke-17 ada pendukuhan kecil dibawah gunung sebut saja Dukuh Badak yang merupakan cikal bakal terbentuknya desa Leuwikujang yang saat ini merupakan wilayah bagian dari kekuasaan kerajaan islam Cirebon. Seiring dengan perkembangan penduduk dukuh tersebut telah memenuhi syarat untuk dibentuk desa salah satu syarat diantaranya harus ada balai pertemuan atau tempat musyawarah dan masjid untuk sarana tempat ibadah. Saat itu yang menjadi kepala kampung atau yang dipertua adalah “Ki Buyut Sanggan”.

 

Ketika Ki Buyut Sanggan turun gunung hendak mencari tempat yang tepat untuk membangun balai desa dan masjid saat melintas di sungai Ciwaringin dimalam hari melihat secercah cahaya yang dikeluarkan dari sebilah keris pusaka kujang dan disekitar tempat itu Ki Buyut Sanggan membangun balai desa disampingnya membangu masjid dan wilayah tersebut diberi nama “Desa Leuwikujang” yang artinya Leuwi adalah bagian sungai yang dalam/kedung dan kujang adalah sebauh pusaka dizaman kerajaan pajajaran yang mempunyai keistimewaan yang luar biasa. Pada saat ini masih ada orang secara kebetulan melihat dimalam hari cahaya/sinar dari pusaka kujang disekitar sungai ciwaringin bahkan menemukannya namun tidak bertahan lama sebab pusaka tersebut bias datang dan pergi secara tiba-tiba. Bentuk pusaka kujang diabadikan dalam bentuk ornamen hiasan dipintu gerbang balai desa untuk mengenang sejarah, atas inisiatif/perakarsa kuwu Iim Ibrahim (Kuwu Ke-16 di Desa Leuwikujang).

Guar Bumi Leuwikujang

Di musim penghujan atau musim menyambut bercocok tanam di stiap desa memiliki adat dan budaya yang berbeda-beda. Kalau di Desa Leuwikujang adat budaya tersebut dinamakan Guar Bumi, apa yang dimaksud dengan Guar Bumi?.  Guar Bumi adalah suatu kegiatan yang sudah dijadikan kegiatan adat desa yang sampai saat ini masih berlangsung. Adat bumi pada intinya adalah kegiatan para petani untuk mengawali kegiatan musim tanam rendeng sebagai bentuk syukuran. Kalau dulu Guar Bumi ada bahasa Ngarot atau pestanya anak gembala yang punya kerbau. Ada kegiatan seni, hiburan, wayang purwa, wayang kulit. Wayang kulit ada 2. 1 kegiatan wayang kulit yang sifatnya biasa, yang ke 2 kegiatan wayang kulit sambil ruatan. Kalau ruatan itu kegiatannya siang malam sampai pagi lagi masih berlangsung pagelaran wayang kulit disambung dengan kegiatan ruatan. Sementara kegiatan siangnya dengan istilah Topeng.

Kegiatan Guar Bumi sekarang sudah dikemas lagi dalam pelaksanaannya. Saat tahun ganjil difokuskan untuk acara hiburan sekalipun demikian tetap aja ada acara tahlil dan do’a bersama yang dilakukan oleh pemerintah desa bersama masyarakat desa. Saat berada di tahun genap, kegiatannya difokuskan  untuk acara kerohanian seperti acara pengajian umum atau ceramah agama.

Untuk acara hiburan sudah ditunjuk oleh masyarakat yaitu Pak Oji Hujaji jadi, diangkat jadi Ketua Panitia Guar Bumi sejak tahun 2008 sampai sekarang  sudah melaksanakan pagelaran sandiwara, pagelaran genjring akrobat yang dari Baylangu Lilis Kasiri. Untuk kegiatan kerohaniaannya diantaranya tausiyah atau tabligh Islam dengan penceramah dari luar wilayah Leuwikujang seperti dari Karawang, Indramayu, Cirebon dan lain sebagainya.

Untuk kegiatan Guar Bumi yang sifatnya hiburan sudah 2 tahun diselenggarakan dengan kirab budaya bukan dengan pagelaran wayang atau sandiwara. Kirab Budaya ini banyak menggali potensi peninggalan-peninggalan buhun atau peninggalan-peninggalan baheula  yang tidak diketahui oleh kaum milenial.

Kirab Budaya banyak menampilkan pawai baik itu aligoris, memerod maupun kegiatan menampilkan replika seperti menampilkan barang-barang dahulu seperti alat penerangan lampu patromak, lampu tempel, lampu gantung, dan seterusnya. Alat-alat pencari ikan seperti jaring, heurab, buwu, regreg, posong dan lain sebagainya, Dari alat-alat pertanian ada replika kerbau, pisau etem, ada alat gapet dan lain sebagainya.Dari alat-alat rumah tangga ada lisung, halu, tampolong. Alat-alat hajatan juga ditampilkan seperti sumbul, tetenong, dongdang, dan lain sebagainya. Alat-alat keamanan ada koprek, bareng, kokol, dan lain sebagainya.

Setelah selesai kirab terus memandikan benda-benda puaka seperti keris, tombak, badik dan lain sebagainya seterusnya dilanjutkan dengan kegiatan keagamaan berupa Bacaan Maulid Barjanji atau Sholawatan.  terus malamnya diisi dengan hiburan lokal seperti kuda renggong, genjring akrobat, burok, sisingaan.

Kegiatan ini tidak hanya sebatas kegiatan semata ke depannya ingin dijadikan sebagai kegiatan wisata adat dan budaya, apa lagi kalau disesuaikan dengan desa Leuwikujang yang mendapatkan status sebagai desa adat kebetulan di desa Leuwikujang ada kampung adatnya yaitu di Kmpung Leuwibadak yang telah mempertahankan adat dari dahulu hingga sekarang. Misalkan dalam pengelolaan tanah sawah tidak boleh pakai mesin traktor tapi pakai kerbau, dalam perontogan padi tidak pakai mesin tapi pakai gapret alat tradisional, dalam memotong padi harus pakai pisau atam. Karena itu di sana ada program penggemukan sapi hingga sapinya bisa dipakai untuk membajak sawah.

Hasil penelusuran dan wawancara dengan Bapak Oji Hujaji. Beliau Perangkat Desa Kasi Kesejahteraan (Ngalambang) di Desa Leuwikujang Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka Jawa Barat pada acara Guar Bumi Hari Minggu Tanggal 2 Desember 2023
















Silaturahmi Sinuhun Wulan Tedjo dari Kasunanan Surakarta di Kampus STID Al-Biruni Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon

 


Ciwaringin, 26 Oktober 2023  - Kemarin hari Kamis, tanggal 26 Oktober 2023 Kampus STID Al-Biruni kedatangan Ketua Umum Majelis Agung Raja Sultan Indonesia Sinuhun Wulan Tedjo dari Kasunanan Surakarta Jawa Tengah. Turut serta dalam menemani kunjungan silaturahmi KPAH Redjoningrat dan KPA Hatmosewoyo.

 

Dari pihak tuan rumah hadir pula para pengurus Yayasan Amal Al-Biruni dan para dosen STID Al-Biruni yaitu, Bapak KH. Uki Marzuki, Bapak Mustopa, Bapak Dr. Imam Supardi, Bapak Dr. Zamaksari, Bapak Dr. Aenun Najib, Bapak Ibnu Alwan, M.A., Bapak Almaroghu, M.A., Bapak, Bapak H. Dasuki, M.A.

 

Kedatangan Sinuhun Wulan Tedjo disambut langsung oleh Ketua Yayasan Amal Al-Biruni Cirebon KH. Uki Marzuki, M.Ag. Dalam sambutannya Kang Uki panggilan KH. Uki Marzuki menyampaikan banyak terima kasih atas kedatangan Sinuhun dan rombongan mudah-mudahan kehadirannya bisa membawa keberkahan dan kemajuan kampus Al-Biruni. Dan bisa mengintegrasikan antara Budaya, Histori, Dan Spiritual.

 

Setelah acara sambutan dari ketua Yayasan Amal Al-Biruni Cirebon selesai berikutnya adalah Studium General yang disampaikan langsung oleh Sinuhun Wulan Tedjo dari Kasunanan Surakarta. Dalam paparannya Sinuhun mengurai histori keraton di nusantara dengan pendekatan Sinuhun Wulan Tedjo dari Kasunanan Surakarta.

 

Ketua Umum Majelis Agung Raja Sultan Indonesia dulu namanya Forum Silaturahmi Keraton Nusantara karena saya sering bicara dengan Ketua PBNU KH Said Aqiel Siradj, saya juga ngomong dengan ke Presiden Jokowi, saya memimpin keraton dan pemangku budaya sejumlah 225 keraton jumlah ini sesuai dengan catatan Den Haag Belanda. Saat ini hanya 138 keraton saja, dari 138 keraton nusantara pada awalnya di bawah organisasi Forum Silaturahmi Keraton Nusantara kemudian organisasi ini berubah menjadi Majelis Agung Raja Sultan Indonesia.

 

Insya Allah organisasi  ini di luar garis politik, hanya mengurusi seputar history, budaya dan spiritual. Kalau kita mau mengambil dasar-dasar pemikiran saat ini dan masa yang akan datang adalah pemikirannya Pakubuono ke-10 dari 1893-1939. Pakubuwana X memiliki nama lengkap Raden Mas Sayiddin Malikul Kusno. Lahir hari Kamis Legi, jam 7 pagi tanggal 22 Rajab 1795 (tahun Jawa) atau tanggal 29 November 1866. Ibunya bernama KRAy Kustiyah yang menjadi permaisuri Pakubuwana IX. Pada tanggal 4 Oktober 1869 saat usianya 3 tahun, Pakubuwana X dinobatkan sebagai putra mahkota dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunegara Sudibya Rajaputra Narendra ing Mataram VI.

 

Waktu Sinuhun Wulan Tedjo menjadi Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara payung hukumnya di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan sekarang setelah berganti Majelis Agung Raja Sultan Indonesia lembaga ini langsung berada di bawah presiden.

 

Trah Keraton Mataram I dan II yaitu Panembahan Senopati, Eyangnya yaitu Sutan Agung Prabu Harjokusumo usia 9 tahun sudah di pondok pesantren, Kyai Jejer namanya di daerah Wonosari.

Konsep pemimpin itu mengayomi kemudian konsep dari barat masuk Ekskutif, Legislatif dan Yudikatif tatanannya sudah berubah.

 

Sejak daulu tanah Jawa sudah diwakafkan ke Islam selain Islam ya tidak bisa, kemudian muncul Bhineka Tunggal Ika ini mestinya memerlukan kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritualitas.

Di Solo sudah ada tata cara membangun negara harus dengan kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritualitas. Di Solo dulunya tidak mengenal istilah raja tapi yang dikenal adalah istilah ratu, supaya kita tidak rukun, supaya kita tidak satu maka istilah ratu diganti dengan raja. Karena kalau kita satu bahaya akan menjadi kekuatan besar.

 

Yang pernah berangkat haji ke tanah suci di kalangan keraton cuma saya (Sinuhun Wulan Tedjo) karena di kalangan keraton aturannya tidak boleh berangkat haji itu tugasnya ulama sedangkan keraton adalah umaro atau pengayom.  Sedangkan sejak dari jaman dulu yang namanya raja itu seorang maka mendapatkan gelar Sayidin Panatagama. Kemudian tradisi gelar Sayidin Panatagama diteruskan pada masa Kerajaan Mataram Islam, raja pertamanya Sutawijaya dengan gelar Panembahan Senopati Ing Alaga Sayidin Panatagama. Setelah itu, tradisi gelar tersebut terus dilanjutkan untuk menyebut raja Kerajaan Surakarta dan Kerajaan Yogyakarta hingga hari ini.  Gelar ini aslinya pemberian dari Turki, saya satu-satunya orang keraton yang pergi ke Turki yang menanyakan tentang gelar itu sekaligus menyambungkan sanad gelar,

 

Di kalangan keraton mengenal istilah Satrio piningit, Satrio Piningit atau juga disebut adalah seorang yang berkarakter Satria apokaliptik Jawa dari Jongko Joyoboyo yang dianggap sebagai orang yang akan menjadi Pemimpin Besar Nusantara dan memerintah dunia khususnya wilayah dunia asia.Sultan Agung dulu menolak jadi raja tetapi siapa yang mendorong dan membimbingnya ya Sunan Kalijaga akhirnya mau. Hebatnya Sunan Kalijaga bisa menggabungkan budaya dan religius. Satrio Piningit kerjanya tirakat, diam hingga akhirnya bisa berpikir jangka panjang. Antara para wali-wali dan para raja-raja di tanah Jawa sudah memikirkan semua.

 

Sebenarnya Pilpres mendatang kita harus pilih yang mana, kalau kita tahu histori sebenarnya semua ini sudah diwakafkan ke Islam dan pusat Islam ada dimana ya ada di pesantren. Ilmu itu ada dimana, ya di sini di pondok pesantren. Kaitannya dengan Suksesi Pilpres mendatang yaitu orang yang keislamannya kuat spiritualnya kuat. Orang tersebut jarang mengeluarkan statmen atau pernyataan, lebih banyak diam, orang yang dimaksud biasanya orang-orang pesantren.

 

Kalau bicara kekayaan mohon maaf mungkin saya yah,  bicara merah delima yang punya istri saya, Sultan Pakubuwono punya tanah 36 hektar di Kota Uday sebelahnya kota Makah. 2 tahun yang lalu saya didatangi dari pihak Raja Saudi 750 trilyun real Saudi Arabia.

 

Kerajaan Islam di Nusantara yang pertama kali adalah Kerajaan Demak. tapi hanya 3 periode yaitu Kesultanan terus muncul Senopati yang membimbing Sunan Kalijaga. Contoh lagi Burhan, Burhan ini Ronggowarsito dia merupakan seorang pujangga. Sehari-harinya judi, mabuk, main perempuan. Kyai Kasan Bestari bingung harus diapakan si Ronggowarsito, akhirnya ketemu idenya yaitu kalau sudah jam 12.00 malam masuk kali terus rendam terserah mau apa di kali tapi kalau sudah masuk waktu subuh harus masuk masjid. diajari sholat terus begitu saja dan akhirnya dapat petunjuk.

 

Inti dari studium general yang disampaikan Sinuhun Wulan Tedjo dari Kasunanan Surakarta di Kampus STID Al-Biruni Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon mengajak kepada semua pihak  agar menjaga dan merawat Tradisi Pondok Pesantren karena Pondok Pesantren itu mengajarkan Pendidikan Akhlak, Tradisi, Budaya, Histori, Dan Spiritual. Seorang calon pemimpin juga harus memiliki sifat tersebut.