Tampilkan postingan dengan label Koleksi Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Koleksi Buku. Tampilkan semua postingan

Hidup Tanpamu, Berat

 


Ketakketikmustopa.com. Buku ini berjudul “Hidup Tanpamu, Berat” hadir dihadapan  pembaca. Merupakan kumpulan cerpen yang ditulis para penulis  terbaik.  Buku dengan nomor QRCBN 62-109-3681-848 diterbitkan oleh Penerbit CV Lingkar Penulis (Jl. Teuku Umar Gang Chandra no 43 Kedaton Bandar Lmpung), terbit cetakan pertama, November 2024.

Penulis (Mustopa) sendiri dalam buku ini berkontribusi  menulis cerpen dengan judul “Rindu Tak Bertepi”. Yu ikuti kisahnya !!! ....


“Rindu Tak Bertepi”
-Mustopa-

Di zaman sekarang ini perbuatan dosa sepertinya sudah dianggap biasa bahkan kian merajalela menjadi gaya hidup dan tren anak muda, terkadang  tidak memiliki rasa malu saat melakukannya seperti mabuk-mabukan minuman keras, pil, ganja, penyalahgunaan obat-obatan,  judi, main perempuan dan lain-lain. Tapi tidak sedikit juga di kalangan masyarakat kita masih banyak orang-orang yang mampu menghindari dari perbuatan maksiat dan dosa.

Berawal dari coba-coba jadi ketagihan terus kecanduan dan akhirnya dilakukan berulang-ulang. Biasanya orang yang sudah terjerumus ke dalam lembah dosa ini didukung oleh lingkungan, selama orang itu tidak bisa hijrah dari lingkungan itu, selama itu pula orang itu akan berada dalam kubangan dosa.

Cerita anak muda sebut saja Bayu (bukan nama sebenarnya), hidup orang tuanya yang berkecukupan tapi dalam hidupnya disibukkan dengan urusan dunia hingga akhirnya kurang perhatian pada anaknya, Bayu hidup dalam ruang hampa tidak mengenal kasih sayang yang dikerjakannya adalah maksiat dan dosa.

"Sejak masih di bangku aku sudah mengenal minuman keras, ganja, pil, obat-obat terlarang, judi dan main perempuan. Orang tuaku kaya, kalau ada masalah denganku cukup diselesaikan dengan uang" ujar Bayu.

"Sekolahku hancur, tidak bisa lanjut kuliah seperti teman-temanku yang rajin. Hidupku sebagai seorang pendosa tiap hari mabuk, judi dan main perempuan. Hidup dan bergaulku bersama orang-orang preman, kadang membuat warga resah" ujar Bayu lagi semakin resah bagaimana caranya keluar dari belenggu dosa.

"Ku menangis bukan karena putus cinta, ku bersedih bukan karena ditinggal kekasih. Kini aku menangis karena aku bersedih, ku teringat dosa-dosa yang pernah aku lakukan. Menjerit kadang bathinku menjerit, Menyesali sungguh aku menyesali. Seandainya terlihat dosa di tubuhku ini, mungkin bagai melihat kain putih tersiram tinta hitam" Bayu asyik dan tenggelam melihat youtub lagu "Dosa" yang dinyanyikan Nisa Sabyan.

Suatu hari tiba-tiba hatinya bergetar saat melihat di youtub ada pengajian kyai muda di Jawa Timur sedang viral diikuti tidak hanya oleh kaum Muslimin saja, non muslim pun banyak bahkan, dari para preman, anak punk dan perempuan nakal pun banyak yang ikut ngaji. Tempat pengajian itu terkenal dengan Pengajian Sabilut Taubah.

Akhirnya Bayu sampai juga ke tempat pengajian itu, yang terlihat sosok kyai muda yang disegani dan dikagumi oleh ratusan jama’ah. Yang menarik di pengajian ini ada tanya jawab kadang jama’ahnya dipanggil maju ke depan.

"Coba yang pakai jilbab biru baju putih maju ke depan! namanya siapa mba? "  kyai muda menunjuk perempuan cantik yang dimaksud.

"Nama saya Novi, Gus. saya datang jauh dari Purwakarta" jawab perempuan cantik itu.

"Oh ini dari Sunda kayaknya ya, kumaha damang?" ujar kyai muda

"Apa tujuannya ikut pengajian jauh-jauh dari Purwakarta?" tanyanya lagi.

"E.. anu Gus, Novi datang dari jauh bertiga bersama teman saya Rina dan Tuti, kami perempuan yang banyak dosanya sering clubing, keluar malam sering menggoda para lelaki hidung belang" jawabnya dengan polos dan para hadirin pun bertepuk tangan.

Bayu yang sejak awal mengikuti pengajian perhatiannya jadi tertuju pada si hijab biru, ada getaran hebat mengguncang hatinya membuat hatinya ingin berkenalan kebetulan Bayu sama-sama dari Indramayu Jawa Barat. Sejak mengikuti pengajian pertama itu pikiran Bayu  terbayang terus Novi si hijab biru lesung pipi.

Masih teringat kyai muda menyampaikan tausiyah bagaimana nikmatnya menjadi seorang muslim yang beriman dan bertaqwa laksana setitik embun di pagi hari tampak segar, tentram dan bahagia dalam hidupnya.

Setelah ikut pengajian, bayu tetap pendiriannya ingin merubah hidup bertaubat pada Allah SWT ditambah satu lagi bagaimana caranya bisa berkenalan dengan Novi yang berbaju putih hijabnya biru.

"Tetapi diri ini tiada putus asa, Aku akan bertobat dan bersujud memohon pada-Nya. Semoga Tuhan yang Maha Kuasa mengampuni salah dan dosa-dosaku" sambil mendengarkan lagu "Dosa" Bayu terus meneteskan air mata teringat dosa masa lalu.

Pada bulan berikutnya, dengan tekad bulat Bayu berangkat ke Jawa Timur mengikuti Pengajian Jalan Bertaubat tujuannya agar bisa bertaubat menemukan jalan yang bisa merubah hidupnya dari kubangan dosa menuju ketentraman hati.

Hari-hariku terus berubah, entah mengapa sedikit demi sedikit aku mulai malas ngepil, ogah mabok, enggan main perempuan. Perlahan aku sudah mulai meninggalkan pergaulan bebas. Justru sekarang aku mulai beli buku belajar tentang sholat sekaligus ingin mulai belajar mengaji Al-Qur’an.

Tidak sengaja saat akan pulang dari pengajian itu, Bayu ketemu lagi dengan tiga perempuan yang pada bulan lalu Novi pakai hijab biru, kali ini dia pakai hijab merah kecoklat-coklatan membuat Bayu semakin terpana. Tidak jauh dari tiga anak perempuan itu ada seorang laki-laki berpeci paruh baya.

"Wahai anak muda!, diperhatikan dari tadi anda kok memperlihatkan anak saya terus, siapa nak namanya? dari mana?tanya orang tua separuh baya itu

"Saya Bayu pak, saya dari Indramayu" jawab Bayu.

"Oh jauh juga ya, ikut kami aja bermalam dulu di rumah kami dekat kok Lamongan. Perkenalkan ini anak-anak kami yang pertama namanya Aisyah, yang kedua namanya Azizah dan yang ketiga namanya Faizah dan saya sendiri ayahnya nama saya Budiman" terang pak Budiman.

Bayu mendadak bingung karena di pengajian bulan lalu saat di panggil kyai muda maju kedepan namanya Novi kok sekarang berubah namanya jadi Aisyah. Ternyata Novi dan adik-adiknya waktu di pengajian bulan lalu mereka menyamar, nama aslinya Aisyah, Azizah, Faizah. Alamat aslinya juga bukan dari Purwakarta tapi dari Lamongan. Mereka bertiga bukan anak-anak nakal tapi anak-anak pesantrenan.

Karena waktu sudah malam akhirnya Bayu menerima tawaran pak Budiman menginap di Lamongan. 

Di pagi harinya, Aisyah datang membawa 2 cangkir kopi khas Lamongan.

"Silahkan diminum nak, ayo kita sarapan berdua sama bapak. ini kalau di sini sarapannya  soto Lamongan, ayo dimakan nak!"  pak Budiman mengajak sarapan pagi.

"Iya pak" jawab Bayu dengan gugup.

"Nak Bayu, bapak perhatikan kayaknya  waktu di pengajian kamu suka sama anak bapak?" tanya pak Budiman.

Bayu seketika hatinya bagaikan disambar petir, teringat akan dirinya yang kotor penuh dosa, masa mudanya hancur karena salah pergaulan, mabuk-mabukan dan main perempuan. Sungguh sangat tidak pantas kalau saya harus bersanding dengan Aisyah yang baru lulus dari pesantren.

"Kini aku menangis karena aku bersedih, ku teringat dosa-dosa yang pernah aku lakukan. Menjerit kadang bathinku ini menjerit, menyesali sungguh aku menyesal" bathin Bayu menangis menjerit semakin menjadi-jadi.

Sesekali mata Bayu tertuju ke dinding ada sebuah bingkai potret perempuan cantik berhijab ukuran 10 R, lagi-lagi hatinya bergetar tumbuh rasa tidak karuan betapa maha besar Allah SWT menciptakan perempuan begitu cantik, tidak terasa air mata menangis menetes jatuh ke lantai teringat dosa yang begitu besar dan getaran hati pula sangat besar untuk mencintai perempuan yang ada di bingkai itu.


"Hatiku semakin sunyi, aku menatap bayang-bayang dosa yang ku ciptakan sendiri. Setiap kesalahan dan penyesalan menyelimutiku, namun dalam gelapnya hati ini, aku menemukan secercah cahaya—keinginan tulus untuk bertaubat dan kembali pada jalan yang benar. Ya Allah, terimalah taubatku dan jadikanlah aku hamba yang Engkau ampuni dan rahmati. "

 

"Kehidupan yang penuh dosa telah membawaku jauh dari jalan-Mu, dan setiap hari aku menanggung beban kesalahan yang tak tertanggung. Namun, kini aku merasakan panggilan dari hati yang hancur ini, mendamba ampunan-Mu. Dengan penuh rasa menyesal, aku berjanji untuk berusaha memperbaiki diri dan kembali kepada-Mu, berharap agar Engkau menerima taubatku yang tulus ini. "

 

"Sekalipun hamba banyak dosa, tapi apakah salah Ya Robb kalau aku mencintai dia yang suci ini" Bayu terus berdoa dalam hatinya.

 

"Nak Bayu, Nak Bayu....kok melamun aja, sedang mikirin apa?" tanya Pak Budiman.

 

"Nggak pak, nggak mikirin apa-apa" jawab Bayu sambil menyeka air mata di pipi.

 

"Tidak mikirin apa-apa kok kaya yang sedih begitu" tanya Pak Budiman lagi.

"Maaf pak, aku harus jujur, aku ini orang kotor tidak pantas kalau harus menikah dengan anak Bapak, karena saya banyak dosanya. Sungguh pak, saya datang jauh-jauh dari Indramayu ke Jawa Timur sedang mencari jalan untuk bertaubat" lirih Bayu.

"Tidak mengapa nak, asal niatmu baik menuju taubatan nasuha. Maka harus optimis bahwa dosa kita akan diampuni, kita harus percaya bahwa kasih Allah  jauh lebih besar dari murkanya, tidak ada terlambat bagi pendosa untuk bertaubat sekalipun dosanya sebesar alam dan seisinya" jawab Pak Budiman.

"Bapak senang dengan anak yang jujur kok" jawab Pak Budiman lagi.

Nampaknya percakapan percakapan dua lelaki ini didengar oleh Aisyah, kebetulan yang dirasa oleh Aisyah sama ada getaran cinta yang tidak bisa ditutup-tutupi, untuk mengungkapkan rasa sepertinya lidah tidak bisa berucap tapi hati bisa berujar "I Love You, Bayu...".

Setelah satu bulan pertemuan itu, Bayu semakin rindu tidak karuan yang terbayang hanya Aisyah, hanya kata-kata yang tertata dan tersusun dari kedua bibirnya:


"Rindu ini begitu menyakitkan, seperti luka yang tak kunjung sembuh. Hati ini bergetar dalam kebisuan, merindukan suaramu, tawa ceriamu, dan kehangatanmu. Setiap malam yang sunyi menjadi saksi bisu dari gejolak perasaan ini, di mana setiap pikiran dan doa terarah kepadamu, berharap bisa mendekat dan merasakan kehadiranmu kembali."

"Rindu ini menyelubungi setiap sudut hatiku dengan rasa yang mendalam. Seperti hujan yang terus-menerus membasahi bumi, begitu pula rasa rinduku yang tak pernah berhenti menetes. Setiap detik tanpa dirimu adalah perjalanan yang panjang dan melelahkan, di mana setiap detik terasa seperti sebuah abad yang terjalani dalam kesepian dan kerinduan."

Bayu tidak tahan menahan rindu, tangannya mengambil HP lalu menulis WA ke Aisyah.

"Dik Ais, hati ini begitu sakit resah dan gelisah yang terbayang adalah lembutnya wajahmu berbalutkan kerudung biru saat di pengajian itu, aku beranikan merangkai kata WA untukmu karena aku rindu tak bertepi" tulis Bayu dalam WA-nya.

"Maaf mas Bayu baru aku balas" jawab Aisyah.

"Aku manut sama abah mas, kalau masalah jodoh" jawab Aisyah lagi.

"Bagaimana dik, kalau mas datang ke Lamongan minggu depan?" tanya Bayu.

"Datang aja mas, lamar aku dengan Bismillah!" jawab Aisyah.

"Dik Ais, mas mau tanya nich, andaikan lamaran diterima oleh abahmu. Apa alasan kamu menerima diriku yang hina ini?, Banyak mana kekurangan dan kelebihan yang ada pada diriku ini?" tanya Bayu agak menggoda seolah-olah sudah mendapatkan ruang di hati Aisyah.

"Kalau harus jujur menjawab mas, Mas Bayu banyak kekurangannya, sebanyak juta-juta bintang di langit. Tapi kelebihannya cuma satu laksana matahari" jawab Aisyah.

"Loh kok cuma satu kelebihannya dik?" tanya Bayu penasaran.

"Ya iya mas, berjuta-juta cahaya bintang di langit akan sirna saat matahari terbit di pagi hari. Hanya matahari yang akan menyinari jagat raya ini. Dan, Mas Bayulah matahariku" jawab Aisyah.

"Ciye, ciye, ciye.." ucap Bayu, membuat hatinya semakin riang bahagia.

"Ya udah mas, kutunggu minggu depan dan lamar aku dengan Bismillah" pinta Aisyah.

"Insya Allah dik, aku berangkat melamarmu".

-Tamat-

 

THE MAGIC of READING, Mengenal Semesta dengan Membaca

 

ketakketikmustopa.com, Membaca adalah kegiatan yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Islam memandang membaca sebagai salah satu pintu menuju peradaban yang mulia, dan hal ini tercermin dalam wahyu pertama yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad ï·º melalui malaikat Jibril, yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5. Ayat ini berbunyi, "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." Dari perintah membaca ini, agama Islam menekankan pentingnya menuntut ilmu sebagai bagian dari ibadah yang memiliki dampak luas bagi pembentukan pribadi dan masyarakat yang beradab.

 

Makna "membaca" dalam ayat tersebut tidak terbatas pada memahami kata-kata tertulis, tetapi juga mengajak manusia untuk merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah di sekelilingnya. Membaca alam semesta, sejarah, peradaban, dan ilmu-ilmu yang ada adalah bentuk ikhtiar untuk memahami lebih dalam kebesaran Allah dan hikmah yang terkandung dalam ciptaan-Nya. Allah memberikan akal sebagai anugerah yang membedakan manusia dengan makhluk lain, menjadikan mereka mampu untuk berpikir, mempelajari, dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Dalam Islam, setiap ilmu yang dipelajari dengan niat yang benar bukan hanya memberikan manfaat duniawi, tetapi juga membawa nilai ukhrawi, menjadi jembatan menuju keridhaan Allah dan bekal untuk kehidupan setelah mati.

 

Membaca juga berperan besar dalam memperluas wawasan intelektual, membentuk akhlak, dan membangun budaya yang cinta akan ilmu pengetahuan. Rasulullah ï·º menyebutkan dalam salah satu hadits, "Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga." Dengan demikian, membaca dan menuntut ilmu merupakan aktivitas yang dimuliakan dan menjadi bagian dari kewajiban seorang Muslim. Perintah membaca ini menunjukkan bahwa Islam bukanlah agama yang mendorong kepasifan atau ketergantungan, tetapi mendorong umatnya untuk aktif mengembangkan pemikiran, mencari solusi atas masalah-masalah umat, dan menyebarkan kebaikan melalui ilmu.

 

Dalam perspektif sejarah, kaum Muslim pada masa awal Islam sangat memahami urgensi membaca dan menuntut ilmu. Hal ini terlihat dari kejayaan peradaban Islam yang berpusat di kota-kota seperti Baghdad, Cordoba, dan Kairo, di mana para ilmuwan Muslim mendalami berbagai bidang ilmu, mulai dari ilmu agama, kedokteran, astronomi, matematika, hingga filsafat. Kecintaan terhadap ilmu ini menjadi fondasi bagi perkembangan peradaban yang unggul, penuh toleransi, dan memberi kontribusi nyata bagi dunia hingga sekarang. Para cendekiawan Muslim seperti Al-Farabi, Al-Kindi, Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, dan Ibnu Khaldun, semuanya adalah contoh teladan dalam mempraktikkan semangat membaca dan meneliti dengan penuh keimanan. Mereka mempersembahkan ilmu yang bermanfaat dan menjadi rujukan bagi generasi setelahnya, baik di dunia Islam maupun Barat.

 

Lebih dari sekadar aktivitas intelektual, membaca dalam Islam juga mengandung dimensi spiritual yang mendalam. Al-Quran dan hadits adalah sumber utama yang menjadi panduan bagi seorang Muslim, yang jika dibaca dan direnungkan akan membawa ketenangan jiwa, bimbingan moral, serta petunjuk yang mampu mengarahkan kehidupan pada jalan yang lurus. Al-Quran, yang diturunkan dalam bahasa Arab dengan keindahan dan kejelasan bahasa, mengandung ilmu-ilmu kehidupan yang relevan sepanjang zaman. Dengan membaca dan memahami makna Al-Quran, seorang Muslim tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga memperbaiki amalannya, memperkokoh iman, dan memperoleh panduan dalam menjalani kehidupan.

 

Selain itu, membaca juga diyakini sebagai salah satu sarana untuk membangun masyarakat yang damai dan beradab. Dengan wawasan yang luas, seseorang akan lebih terbuka terhadap perbedaan, lebih mampu berpikir kritis, dan lebih bijak dalam menyikapi berbagai situasi. Kegiatan membaca dapat mendorong seseorang untuk meneliti lebih dalam dan menghindari sikap fanatik yang sempit. Islam mengajarkan bahwa kebodohan adalah salah satu penyebab kehancuran suatu kaum, sebagaimana disampaikan dalam banyak hadits dan ayat-ayat Al-Quran. Oleh karena itu, seorang Muslim yang membaca akan terus memperkaya dirinya, tidak mudah terjebak dalam kabar-kabar yang menyesatkan, dan mampu membedakan mana yang hak dan mana yang batil.

 

Dalam dunia yang semakin modern, membaca tetap menjadi aktivitas yang relevan dan sangat dianjurkan. Membaca tidak hanya membawa kebaikan bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, dan umat. Seorang Muslim yang rajin membaca dan memahami berbagai ilmu akan mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya, menjadi sumber inspirasi, dan menjadi agen perubahan yang positif. Dengan demikian, perintah membaca yang diajarkan dalam Islam adalah perintah yang bertujuan untuk membangun manusia yang seimbang antara intelektual dan spiritual, menjadikan mereka insan kamil yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.


Membaca adalah investasi jangka panjang, baik di dunia maupun akhirat. Inilah sebabnya, Islam memandang aktivitas membaca sebagai salah satu pintu menuju keberkahan yang tidak terhingga. Dalam setiap bacaan yang mengandung hikmah dan pelajaran, ada nilai yang mengangkat derajat manusia di sisi Allah. Islam sebagai agama yang sempurna senantiasa mendorong umatnya untuk membaca, belajar, dan mengamalkan ilmu sebagai bentuk ibadah yang menyeluruh.


Buku ini adalah kumpulan pengalaman dari puluhan para penulis yang berhasil membentuk kebiasaan membaca meskpun di tengah berbagai kesulitan. Banyak yang merasakan keajaiban dari kebiasaan membaca. Buku ini membuka cakrawala, memicu inspirasi, dan membawa perubahan dalam hidup seseorang.


Wallohu a'lam

Buku SADULUR KURING (Pancakaki Sareng Silsilah)



ketakketikmustopa.com, Buku ieu teh buku silsilah Bahasa Sunda diserat ku Mustopa, maksad sareng tujuanna teh kangge ngabedar saha-saha bae anu janten sadulur. Nasab atanapi silsilah dina adat Sunda disebatna teh Pancakaki.

Ari istilah Pancakaki teh mangrupikeun istilah pikeun urang Sunda dina nyeubatkeun silsilah-silsilah keluarga. Terang kana istilah Pancakaki eta teh perlu pisan kumargi di Sunda mah aya adat nu ngaharuskeun wargina nyebat wargi kulawarga kalayan bener. Kumargi eta kedah milu kana aturan Pancakaki.

Dina adat Sunda, Pancakaki ngagaduhan dua arti.

Pertami, Pancakaki artina hubungan jalma sareng jalma sanes aya hubungan kulawarga atanapi masih saderek. Kadua, Pancakaki artina nelusuran riwayat kulawarga.

Dihandap ieu mangrupikeun Pancakaki Kulawarga Sunda di leubeutna aya aran, istilah atanapi sebutan kangge  keturunan, sadulur sareng hubungan kulawarga nu sanesna.

Katurunan :

1.        Bau-Sinduk : ibu/bapakna gantung-siwur (kait siwur)

2.        Gantung-Siwur/Kait Siwur : ibu bapakna udeg-udeg

3.        Udeg-Udeg : anakna janggawaréng cucuna bao

4.        Janggawaréng/Canggahwaréng : ibu bapakna, aki buyut

5.        Bao : ibu bapakna buyut

6.        Buyut : ibu bapakna kakek atawa nenek

7.        Aki : bapakna ibu atanapi bapak

8.        Nini : ibuna ibu atanapi bapak

9.        Bapa : laki-laki nu gaduh anak, suami ibu

10.    Indung : perempuan nu gaduh anak, istri bapak

11.    Anak : turunan pertama

12.    Incu : turunan kadua, anakna anak

13.    Buyut : anakna cucu

14.    Bao : anakna buyut

15.    Jangawaréng/Canggahwaréng : anakna bao

16.    Udeg-Udeg : anakna jangawaréng, cucunya bao

17.    Gantung-Siwur/Kait-Siwur : anakna udeg-udeg

18.    Bau Sinduk : anakna gantung-siwur

Saderek atanapi Kulawrga ti Samping (Dulur atawa baraya ti gigir) :

1.        Adi : saudulur nu leuwih ngora.

2.        Lanceuk : sadulur nu leuwih kolot. 

3.        Emang/ paman : lalaki, adikna bapak atawa adikna ibu

4.        Bibi : perempuan, adikna bapak atawa ibu

5.        Toa/ua : kakakna bapak atawa ibu (perempuan atawa laki-laki)

6.        Alo/suan : anak kakak atawa anak adik

7.        Kapiadi : anakna emang/bibi

8.        Kapilanceuk : anakna ua

9.        Incu Teges : anakna anak kita, anak minantu

10.    Anak Teges : anak sendiri

11.    Aki Teges : bapakna bapa atau ibu sendiri

12.    Nini Teges : ibuna bapak atawa ibu sendiri

13.    Incu Ti Gigir : cucunya adik, anaknya alo atau anakna suan

14.    Aki Ti Gigir : lalaki, adiknya atau kakaknya aki atau nini

15.    Nini Ti Gigir : awéwé, adiknya atau kakaknya aki atau nini

16.    Ua Ti Gigir : anaknya kakak dari aki atau nini

17.    Emang/Paman Ti Gigir : lalaki, anaknya adik dari aki atau nini

18.    Bibi Ti Gigir : awéwé, anaknya adi aki/nini.

Sadulur atanapi kulawarga sanes (Dulur atawa baraya sejenna) :

1.        Bésan/Warang : ibu atawa bapak minantu, mitoha anak

2.        Mitoha : mitoha ibu bapak suami atawa ibu bapak istri

3.        Minantu : minantu lalaki atanapi istri anak

4.        Dahuan : kakakna suami atau istri

5.        Adi Beuteung : adikna suami atawa istri

6.        Dulur Pituin : sadulur asli

7.        Dulur Teges : sadulur saibu sabapak

8.        Dulur Pet Ku Hinis : sadulur saibu sabapak

9.        Dulur Sabrayna/Dulur Misan : anak mamang, bibi, atawa uwa

10.    Maru : awewe sanes nu janteun istri suami (madu)

11.    Indung Téré : istri bapak, tapi bikan nu ngalahirkrun urang.  kia

12.    Bapa Téré : suami ibu sanes nu ngalahirkun urang

13.    Anak Téré : anak bawaan ti suami atawa ti  istri

14.    Dulur Téré : sadulur tere anak ibu tere atawa bapak tere ti  mantan masing-masing

15.    Cikal : anak pertama

16.    Bungsu : anak terakhir

17.    Pangais bungsu : kakakna bungsu

18.    Popotongan : mantan suami atawa mantan istri teu acan nikah deui sareng nu sanes.

19.    Baraya : jalma nu ngagaduhan hubungan kekerabatan

20.    Baraya landes : sadulur deukeut

21.    Baraya laér : baraya nu nurutkeun pancakaki geus jauh pernahna

22.    Sapiriumpi/Saanak-Incu : sekulawrga, sejumlah anggota keluarga.

23.    Mintelu : sadulur turunan ketilu

24.    Beuti-Pamelaran : sékésélér atawa turunan

25.    Bondoroyot/Kulawedet : kulawarga, istri, anak incu sareng saterasna

26.    Bau-Bau Sinduk : masih sadulur sanajan jauh

27.    Karuhun : leluhur nu tos ngintunkeun urang.

28.    Deungeun-Deungeun Nu Lian : sanes sadulur

29.    Deungeun Haseum : teu aya sadulur sa eutik oge

30.    Teu Hir Teu Walahir : teu aya sadulur saeutik oge

31.    Bibit Buit : turunan asli

Buku ieu dipasihan nami Sadulur Kuring Pancakaki sareng Silsilah. Kalayan tujuana teh terang silsilah-silsilah kulawarga, kumargi aya kakhawatiran para karuhun sareng kasepuhan peugat hubungan kekerabatan di anak incu. Kadang urang nganggapna teu aya hubungan kulawarga tapi saparantos ditelusuri masih aya hubungan kulawarga deukeut. Penelitian sareng penelusuran silsilah ieu dimulai ti handap sampe ka luhur sawangsulna ti luhur sampe ka handap. Hasilna penulis nelusuran sareng naroskeun ka jalmi loba, anjogna teh kana titik temu nyaeta dua jalmi  : Bapak Abdul Hadi sareng Bapak H. Ali.

Sebaran Kota sareng  Daerah anak incu :

1.        Karangsembung

2.        Waled Asem

3.        Leuweunggajah

4.        Kokoncong Ambit

5.        Jakarta

6.        Pelabuhan Kejawanan Cirebon

7.        Bekasi

8.        Depok

9.        Tangkil Kota Cirebon

10.    Cianjur

11.    Semarang

12.    Kuningan

13.    Cigobang

14.    Bojongnegara Ciledug Cirebon

15.    Bogor

16.    Astanajapura

17.    Talun Cirebon

18.    Palembang

19.    Ciledug Tangerang

20.    Negla Greged Cirebon

21.    Purwekerto

22.    Pajaten Karangsembung

23.    Brebes

24.    Pemalang

25.    Majenang Cilacap

26.    Gunungsari

27.    Baros Banten

28.    Greged Cirebon

29.    Pajaten Karangsembung

30.    Cikancas

31.    Ciamis

32.    Rembang Jawa Tengah

33.    Sumber Cirebon

34.    Puncak Ciremai Kuningan

35.    Leuweunggajah

36.    Tarikolot Karangsari

37.    Sumatera

38.    Lengkong Kuningan

39.    Kaligawe Wetan Susukan Tonggoh

40.    Pekalongan

41.    Margasari Tegal

42.    Kaliwedi Cirebo43.    Cihideung Kuninga44.    Bandung

43.    Karangjunti Brebes

44.    Karangtengah Karangsembung

45.    Karangtawang Kuningan

46.    Lengkong Kuningan

47.    Tanjungsari Kuningan

48.    Kalimukti

49.    Wargabinangun Kaliwedi

50.    Cikijing Kuningan

51.    Blentuk Babakan Cirebon

52.    Karangsembung

53.    Kubangdeleg Karagwareng

54.    Pati

55.    Luragung Kuningan

56.    Karangsuwung

57.    Panambangan

58.    Sigong Sindanglaut

59.    Pande Sindanglaut

60.    Sarajaya Sindanglaut

61.    Jatiseeng Ciledug

62.    Kecomberan Talun Cirebon

63.    Cipeujeuh

64.    Piyungan Bantul Yogyakarta

65.    Cigobang Pasaleman Cirebon

66.    Sukaraja Kuningan

67.    Jl. Pesantren Cirebon Kota

68.    Tegalkarang Cirebon

69.    Tegalgubug Arjawinangun Cirebon

70.    Dukuhjati Karangampel Indramayu

71.    Legok Kuningan

72.    Wanasari Bangodua Indramayu

73.    DukuhpuntangCirebon

74.    Pekalongan

75.    Cilacap

76.    Ketanggungan Brebes

77.    Babakan Ciwaringin Cirebon

78.    Tuk Karangsembung

79.    Cipete Jakarta

80.    Lebakbulus Jakarta

81.    Gunungsiang Kalimanggis Kuningan

82.    Cihirup Kuningan

83.    Karawang

84.    Bumiayu

85.    Toyareka Purbalingga

86.    Pamijen

87.    Kaliwadas

88.    Damarguna Ciledug Cirebon

89.    Cibuluh Kuningan

90.    Perbutulan Sumber Cirebon

91.    Lebak Ciwaringin

92.    Maos Cilacap

93.    Tulungagung Jawa Timur

94.    Ponorogo Jawa Timur

95.    Bandung

96.    Windusari Magelang Jawa Tengah

97.    Temiyang Kecamatan Kroya Indramayu

98.    Bima NTB

99.  Purbalingga