Tampilkan postingan dengan label Foto-foto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Foto-foto. Tampilkan semua postingan

Pelatihan Menulis Buku

 

Gambar Kang Mus panggilan Mustopa sedang menyampaikan bagaimana menulis buku mulai dari yang ringan-ringan, seperti buku Surat Untuk Presiden RI Prabowo,

ketakketikmustopa.com, Hari kedua (23/07/2024) kegiatan Pelatihan Microsoft Office yang diselenggarakan oleh Kampus STID Al-Biruni Babakan Ciwaringin Cirebon diisi pemateri Pak Mustopa dengan materi fokus pada praktik Pelatihan Menulis Buku.

Dalam penyampaiannya sapaan Kang Mus betapa pentingnya menulis buku sebagai bukti peninggalan karya yang harus diabadikan. Tidak sedikit mahasiswa maupun dosen malas dalam menulis buku apalagi jurnal dalam hal ini harus didorong melalui pelatihan khusus karena mereka tidak memiliki tata cara bagaimana menulis buku. Bahkan mungkin tidak sedikit orang yang tidak memiliki ide menulis harus berangkat dari mana.



"Saatnya anda menjadi penulis buku tanpa harus bingung lagi cara menulis buku dan kebingungan mengembangkan ide. Mahasiswa ataupun dosen dalam pekerjaan sehari-harinya selalu bergelut dengan buku. Namun, sangat disayangkan produktifitas mereka dalam hal penulisan buku terbilang masih rendah." kata Kang Mus saat memberikan materi penulisan buku.

"Rendahnya produktifikas mahasiswa dan dosen dalam penulisan buku bisa disebabkan karena rendahnya keinginan untuk menulis, kepercayaan diri dalam menulis buku, atau belum memiliki kemampuan yang mumpuni dalam menulis buku." tuturnya lagi.

Buku merupakan salah satu senjata yang paling kuat dalam hal promosi atau personal branding. Jika banyak ide-ide pikiran yang dituangkan ke dalam buku maka akan banyak bermunculan karya-karya kreatif dari mahasiswa dan dosen, maka efeknya bisa meningkatkan citra positif bagi dunia akademik dimanapun.

Melalui pelatihan ini maka diharapkan bermunculan para penulis yang mumpuni. Sehingga nantinya akan lahir penulis dari kampus-kampus sekalipun kampus kecil. Efeknya adalah bangkitnya peradaban pendidikan semakin maji. Kalau kampus tidak mengembangkan kretifitas menulis bisa dianggap kampus tersebut sedang dijangkit penyakit akut..

Anggap saja ini adalah tantangan terbesar yang harus dimenangkan dalam kehidupan kita maupun dalam kehidupan kampus, niscaya apabila buku tersebut telah selesai, kita akan mendapatkan kepuasan yang tiada taranya. Selain itu jika proses penulisan dilakukan setahap demi setahap seperti bernapas, maka menulis adalah hal yang amat sangat mudah. Sekali lagi menulis buku itu sangat mudah.

Dalam Pelatihan Penulisan Buku ini, Kang Mus panggilan Bapak Mustopa yang jabatannya disamping sebagai dosen senior juga sebagai Sekretaris Yayasan Amal Al-Biruni Cirebon  langsung mempraktikan dan menugaskan kepada para peserta


1.    Lima belas menit masing-masing peserta menulis Surat untuk Presiden RI Bapak Prabowo, saat itu juga langsung dikodifikasi oleh Pak Mustopa hingga akhirnya tersusun buku "Surat Untuk Presiden Bapak Prabowo Dari Mahasiswa STID Al-Biruni"

2.    Dua jamnya para peserta diberi tugas perbab untuk 10 kelompok. Dari 10 kelompok ini menjadi 10 Bab Buku hingga akhirnya tersusunlah buku bahan ajar "Manajemen Dakwah"

Dari pelatihan 1 hari ini bisa menghasilkan 2 buku yang akan terbit

1.        Buku "Surat untuk Presiden RI Bapak Prabowo "

2.        Buku "Manajemen "

Bagi siapa saja yang ingin menulis buku, dengan adanya internet adalah karunia. Di sana terdapat amat sangat banyak sekali sumber sumber informasi yang dapat digunakan untuk menyusun naskah penulisan buku Anda.

 

Wallohu a’lam

 

MENULIS ITU GEMESIN JEH !?!?!

 

Tulisan ini teruntuk mahasiswa-mahasiswaku

ketakketikmustopa.com, Kok bisa ya menulis itu bikin gemes ?, bisa dong  ga percaya coba aja buktikan. Tulisan ini sengaja aku bikinkan buat adek-adek mahasiswaku pada Pelatihan Microsoft Office yang diselenggarakan oleh Kampus STID Al-Biruni Babakan Ciwaringin Cirebon dari tanggal 22-27 Juli 2024.Pada pelatihan ini penulis ingin menyampaikan materi Penulisan Dengan Microsoft Word dengan praktik menulis ilmiah dan menulis bebas.

"Jangan terlalu serius dik jangan juga terlena santai. Belanda memang masih jauh sekalipun jauh tapi kita ga punya alat perang senjata. "

"Lalu bagaimana dong? "

kalau ga nulis gimana tuh.

"Kalau kita mau perang ya senjatanya menulis"

"Amunisinya ya alam pikiran kita"

"Tapi kan menulis itu sangat menyebalkan?"

"Nga ah, kata siapa? "

"Eloh kalau sudah merasakan enaknya menulis, kaya ketagihan makan es krim tahu, eloh pasti mondar mandir ke Mixiu terus"

Aku sebenarnya ingin ngompori kepada adik-adik yang sedang "Pelatihan Microsoft Office" dan  akan mendorong kepada pentingnya menulis. Brerangkat dari pengalaman belajar menulis berangkat dari unek-unek pikiran terpendam yang tidak bisa diucapkan dan akhirnya curhat lewat secarik kertas karena pada saat itu belum ada komputer apa maning leptop. Saat sedang dimabuk asmara pasti diambilnya kertas dan bolpoin, saat diputus cinta sama aja begitu. saat mendapat kabar bahagia ataupun sedih diambilnya kertas dan pulpen.

Ini contoh aja ya adik-adik, surat cinta tempo dulu saat menembak cewek nulis di atas secarik kertas, tidak seperti sekarang langsung Doorrrr..

Cirebon, 18 Maret 1989

Dear  Lisa sayang...

Sejak pertama kali aku memandangmu kenapa hati ini selalu bergetar, selalu terbayang di mataku bunga mawar putih bersih itu kamu. Mawar putihku yang selalu di hatiku. Sekalipun engkau jauh di sana engkau serasa ada di sampingku.

Namun, seiring berjalannya waktu. Rasa ini mulai tumbuh berbeda dari biasanya. Rasa di mana aku ingin selalu terus di sampingmu, tertawa, bercanda, menangis ... aku ingin kau selalu ada di sisiku.

Bahagia hati ini ketika aku bisa melihat senyummu, ketika kita bersama. Namun, hati ini merasa sendiri ketika kau tak di sisiku… aku begitu merindukanmu.

Kusadari, mungkin ini yang disebut cinta. Yah ... ku beranikan diriku katakan bahwa aku mencintaimu, sangat mencintaimu.

Terserah apa yang ada di benakmu saat ini tentangku. Namun, aku berharap balasan surat darimu yang akan menyejukkan hatiku.

Yang mencintaimu,

(Apotsum)

Harusnya pada saat sekarang juga sama di saat kita senang, kita curhatannya  melalui tulisan. Saat kita sedih, kita tuangkan melalui tulisan. Karena menulis juga melatih otak dan tangan kita, otak akan secara spontan berjalan programnya lebih cepat. Saat tangan kita beraktifitas untuk menulis, tangan juga semakin lincah saat mengetik maupun tulis secara manual. Menulis juga terbukti menghilangkan stress, apapun yang kita rasakan, cobalah tuang dan ekspresikan melalui tulisan. Apapun itu, entah puisi, cerpen, curhatan atau bahkan hanya corat coret yang sama sekali tidak jelas. Hal itu akan sedikit membantu otak fresh kembali, memang kelihatannya sibuk dan spaneng. Tapi dengan begitu kita justru sedang merefresh kembali otak kita.

Menulis tidak perlu yang terlalu penting, juga tidak perlu yang formal-formal amat. Mulai dengan hal kecil saja, misalnya di dalam kelas saat kuliah, kita belajar menulis. Iseng-iseng dari hal kecil saja. Menulis tidak hanya hal-hal yang penting seperti pelajaran disekolah, catatan rumus atau daftar belanja. Tapi menulis sebaiknya dilakukan sesering mungkin, apapun yang ada difikiran, tuangkanlah kedalam tulisan.

Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa menulis itu rumit. Jangan menyerah...

Baru nulis segitu aja udah kapok tidak dilanjutkan lagi, akhirnya malas terus putus asa tidak mau menulis lagi. DASAR CENGENG, Kampungan, Katanya anak Ngampus. Emangnya kita ini anak sultan atau emangnya kita inik anak kyai? kalau ga nulis gimana tuh.

Ayolah kita mulai belajar menulis..

Menulis itu asyik, menulis itu bisa merubah kepribadian seseorang. Lihat saja penulis-penulis hebat. koleksi karya bukunya banyak. Pahami tiap kata yang di torehkan oleh si penulis mencerminkan karakter dan kepribadiannya. tanpa disadari seorang penulis tiap hari adalah hari-hari kebahagiaan. Sehari tidak menulis rasanya GEMEZZZ banget.

Belajar microsoft office langsung berkarya


 

Kang Pandi Dan Candaan Mustopa

 


ketakketikmustopa.com, Tidak terasa sudah tiga tahun meninggalnya Kyai KH. Affandi Mochtar biasa disapa dengan "Kang Pandi." Insya Allah hari ini bakda sholat ashar keluarga almarhum akan mengadakan Haul  yang ke-3. Mengenang kebaikan-kebaikan beliau pada saat masih hidup tentunya beliau banyak menginspirasi para kolega, para aktifis. para akademisi, para cendekiawan muda, Semuanya memanjatkan do’a agar Kang Pandi senantiasa diberikan rahmat, hidayah, nikmat kubur atas nilai-nilai kebaikan yang telah beliau bangun untuk agama, pendidikan, pesantren, bangsa, negara dan nilai-nilai luhur lainnya.

Mengenang jasa-jasa Kang Pandi yang telah banyak berkontribusi dalam ranah pendidikan pesantren di Nusantara, khususnya pendidikan di Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon bisa kita lihat dari beberapa karya beliau yang intens dalam gerakan dan pemikiran pendidikan. Bisa kita lihat dalam buku-bukunya diantaranya "Kitab Kuning dan Tradisi Pesantren", "The Methode of  Muslim Learning", "Membedah Diskursus Pendidikan Islam", dan lain-lain.

Posisi dan fungsi kitab kuning di pesantren dalam kenyataannya turut mempengaruhi pandangan, pemikiran, dan sikap hidup masyarakat pesantren. Di sinilah pentingnya dinamisasi tradisi akademik pesantren. Dimensi yang dimaksud adalah lebih pada penerimaan karya intelektual kontemporer, metodologi keilmuan dan pengajaran.

Dalam buku "The Methode of  Muslim Learning."  Buku ini menyelenggarakan diskursus tentang etika dan metodologi pembelajaran muslim dengan metode dari kitab Ta’limul Muta’allimin karya Syekh Zarnuji. SyekhZarnuji dianggap sebagai intelektual muslim teoritis-metodologis dan praktis dalam menjelaskan aspek-aspek etika dan strategi pembelajaran.


Banyak mutiara tulisan Kang Pandi dan dari pokok-pokok pikirannya  yang ia gagas bisa kita lihat dari lembaga pendidikan yang dia miliki: Yayasan Bhakti Miftahul Ilmi (YBMI) memiliki 3 (tiga) lembaga pendidikan: Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Tunas Cendekia, Madrasah Tsanawiyah Terpadu Tunas Cendekia,Madrasah Aliyah Terpadu Tunas Cendekia, Yayasan Amal Al-Biruni dan Yayasan (YAB) memiliki 2 lembaga pendidikan: SMK Al-Biruni, STID Al-Biruni Cirebon dan Yayasan Kesejahteraan Pendidikan Pesantren (YKPP) memiliki 2 lembaga pendidikan: SMP Pesantren Ciwaringin dan SMK Pesantren Ciwaringin.

Kang Pandi disamping mengelola sekolah dan madrasah juga mengelola banyak pesantren yang diwariskan oleh orang tuanya: Pondok Pesantren Tunas Cendekia, Pondok Pesantren Ittihadul Mukhtar, Pondok Pesantren Baitul Yatama dan Pondok Pesantren AFMI (Asrama Fatimiyah Miftahul Ilmi).

Dari semangat pergumulan Kang Pandi  bersama "Empat Sekawan" yakni KH. Husein Muhammad, KH. Affandi Mochtar, KH. Marzuki Wahid, dan KH. Faqihuddin Abdul Kodir mendirikan "Fahmina" pada bulan November tahun 2000.

Di tempat kelahirannya sendiri di Pesantren Babakan Ciwaringin kiprahnya sangat diperhitungkan, sebagai penyambung silaturahmi dan penguat Pondok Pesantren Babakan yaitu menjadi  Ketua Persatuan Pesantren Babakan (PSPB). Selain itu beliau juga memiliki visi jauh ke depan bagaimana di Pesantren Babakan itu memiliki sebuah Universitas, beliau buktikan pertama dengan merintis Kampus STID Al-Biruni Babakan Ciwaringin Cirebon pada tahun 2007.

Kelebihan yang dimiliki Kang Pandi lainnya beliau sangat dekat dengan anak-anak muda yang memiliki potensi dan bakat di masing-masing bidang. Bisa kita lihat betapa banyak posisi-posisi penting di berbagai instansi pemerintah di jabat oleh anak-anak muda berbakat asuhan dan binaan Kang Pandi

Entah ada angin dari mana, pada tahun 2017 Mustopa dipanggil Kang Pandi secara khusus dan diberi amanah sebagai Sekretaris Kang Pandi di Yayasan Bhakti Miftahul Ilmi yang ia pimpin. Yayasan Bhakti Miftahul Ilmi memiliki Pondok Pesantren, Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Tunas Cendekia, Madrasah Tsanawiyah Terpadu Tunas Cendekia, dan Madrasah Aliyah Terpadu Tunas Cendekia.

Selama mendampingi beliau mengalami peristiwa penuh liku-liku, cerita asyik, dan pengalaman  menggemaskan tentunya banyak cerita yang sangat berharga karena saya harus berjuang keras mati-matian. Dan setelah saya menjadi sekretaris Kang Pandi ternyata orangnya santai, asyik dan banyak gagasan-gagasan pendidikan yang melangit. Kita bisa lihat bagaimana Madrasah Terpadu Tunas Cendekia saat ini dengan tampilan fisik sekolah swasta yang sangat mewah di tengah-tengah Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin.

Pernah suatu hari Kang Pandi mau sarapan pagi boncengan sepeda motor dengan Mustopa, warung makan yang beliau tuju adalah "Warung Makan Sederhana"  sebuah warung makan yang sudah melegenda sejak jaman buhun. Sebenarnya Kang Pandi tidak hanya ingin makan sarapan pagi aja, tapi ingin mentransfer pengalaman mencurahkan gagasan pendidikan, akademik dan pesantren.

Menurut Mustopa, Kang Pandi ini salah alamat memilih sekretarisnya Mustopa yang kurang cerdas. Mustopa juga sadar mungkin pilihan Kang Pandi ke Mustopa adalah dibanding dengan teman-teman  yang hebat-hebat top markotop. Kang Pandi memang perlu hiburan perlu refresh. Psikologi seperti ini, Mustopa manfaatkan bagaimana caranya Kang Pandi bisa tertawa.

“Mus jumlah mahasiswa kampus STID Al-Biruni ada berapa sekarang?” Tanya Kang Pandi.

“Seribu Kang” jawab Mustopa.

“Yang benar Mus?” tanya Kang Pandi lagi.

“Bulan depan aja kita mau wisuda sekitar 110 mahasiswa” jelas Mustopa

“Kok bisa sebanyak itu Mus?” tanya Kang Pandi

“Bisa atuh Kang, resepnya udud karo kopi” jawab Mustopa.

Seketika Kang Pandi langsung tertawa.

Masih teringat di benak saat-saat galau Kang Pandi menyodorkan segelas besar Susu Jahe 

“Nih minum Mus susu jaheh hangat supaya badan bisa hangat dan pikiran bisa jernih” Kang Pandi dengan kelembutan hatinya dan dua simetris bibir tersenyum memberikan susu jahe hangat.

“Terima kasih Kang Pandi bukannya menolak kalau boleh meminta susu saja” jawab Mustopa dengan senang hati,  Kang Pandi tersenyum saja.

“Baiklah Mus, coklat apa putih?” tanya Kang Pandi

“Kalau tidak merepotkan putih Kang” jawab Mustopa

“Baiklah Mus, ini susu  putihnya” kata Kang Pandi.

Mustopa menunduk malu dan Kang Pandi pun tertawa kecil

Sebenarnya masih banyak lagi kenangan saat bersama Kang Pandi dalam hal kedinasan contoh saat kalau ada acara rapat atau acara ngopi ke Citebon atau kota lain. Harusnya sekretaris yayasan lah yang menjadi sopirnya. Ini mah malah kebalikannya, Kang Pandi jadi supir dan seolah-olah Mustopa jadi bozznya duduk di sampingnya. Dasar Mustopa memang dableg, tapi dengan posisi Mustopa seperti ini seringnya Kang Pandi bisa tertawa terbahak-bahak kalau ngobrol maupun diskusi.

Hari Jum’at, 2 Juli 2021 pukul 04.30 subuh saya dapat telepon dari Mba dr. Farah (anak pertama Kang Pandi) memberi khabar bahwa Kang Pandi masuk RS Permata Cirebon sekaligus minta doanya kepada semua teman dan kolega supaya Bapak tidak terjadi apa-apa dan dilekaskan sembuh kembali. Paginya kolega dan teman-teman kang Pandi kirim WA ke saya minta klarifikasi soal Kang Pandi di RS. Saya menjawab dan mengabarkan kepada teman-teman bahwa Kang Pandi benar adanya sedang di RS dan memohon doa dari semuanya.

Seminggu berikutnya hari Jum’at, 9 Juli 2021 tepat setelah sholat Jum’at di Pesantren Al-Babkani Heuleut Leuwimunding Majalengka saya sedang bersama sahabat saya Abu Bakar bagai disambar petir di siang bolong membuka WA isi duka kepergian Kang Pandi untuk selamanya. Saya merasa bukan siapa-siapa dan merasa bukan apa-apanya sambil berjalan sempoyongan dan hati hampa menangis tersungkur. Sebagai pembantu sekaligus menganggap dia orang tua jelas merasa kehilangan tokoh inspiratif, berpemikiran jauh ke depan dan bercita-cita sundul langit.

“Pangapunten Kang kula katah salahe”

Kagem Kang Pandi “Al-Ftihah”

Wallohu a’lam


Mustopa

Sekretaris Kang Pandi


Sertijab di Lingkungan Kampus STID Al-Biruni Babakan Ciwaringin Cirebon

 

Gambar tampak Dr. Imam Supardi, M.H.I Ketua STID Al-Biruni yang baru memperlihatkan berkas berita acara sertijab disaksikan Ketua Yayasan KH. Marzuki dan Sekretaris Yayasan Mustopa, M. Ag.

ketakketikmustopa.com, Serah Terima Jabatan (Sertijab) di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Al-Biruni berlangsung pada Kamis, 08 Mei 2024. Kegiatan berlangsung mulai pukul 19.30 WIB bakda Sholat Isya sampai selesai pukul 23.00 WIB bertempat di ruang Aula Kampus  Al-Biruni. Serah terima Jabatan dihadiri oleh Pembina Yayasan Amal Al-Biruni KH. Lukman Hakim, M. Ag., Ketua Yayasan Amal Al-Biruni KH. Marzuki, M. Ag, Sekretaris Yayasan Amal Al-Biruni, dan Seluruh civitas akademik di Lingkungan ekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Al-Biruni.

Jabatan Struktural yang diserahterimakan diantaranya :

1.        Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Al-Biruni

Bapak Dr. H. Ali Khosim, M. Ag. dengan jabatan Ketua STID Al-Biruni Babakan Ciwaringin Cirebon diserahterimakan kepada Ketua yang baru yaitu Bapak Dr. Imam Supardi, H.H.I.

2.        Wakil Ketua I (Bidang Akademik dan Kepegawaian)

Bapak Abdullah Syapi’i, M. Pd.I dengan jabatan Wakil Ketua I (Bidang Akademik dan Kepegawaian) diserahterimakan kepada Wakil Ketua I yang baru Bapak Jauharudin, M. Hum.

3.        Wakil Ketua II (Bidang Keuangan  dan Administrasi)

Bapak Dr. Imam Supardi, M.H.I dengan jabatan Wakil Ketua II (Bidang Keuangan  dan Administrasi) STID Al-Biruni Babakan Ciwaringin Cirebon diserahterimakan kepada Bapak Dr. Muhamad Gunawan, M.E.Sy.

4.        Wakil Ketua III (Bidang Kemahasiswaan   dan Kerjasama)

Bapak Fathurohman, M.Pd.I dengan jabatan Wakil Ketua III (Bidang Kemahasiswaan   dan Kerjasama) STID Al-Biruni Babakan Ciwaringin Cirebon diserahterimakan kepada Bapak Dr.Zamakhsayari, M.Ag.


Dalam sambutanya, Dr. H. Ali Khosim, M. Ag. selaku Ketua STID Al-Biruni Babakan Ciwaringin Cirebon menyampaikan selamat dan sukses kepada pejabat yang baru, serta menghimbau bahwa apapun jabatan yang diemban harus selalu disyukuri dan dilaksanakan dengan sebaik baiknya.

"Mungkin selama saya memimpin banyak kekurangan, secara pribadi saya meminta maaf. Insya Allah untuk selanjutnya akan diteruskan oleh teman-teman yang barusan dikukuhkan dan diangkat untuk mengelola kampus ini. Yang terakhir kami sampaikan banyak terima kasih kepada seluruh civitas akademik yang telah membantu kami dalam mengelola dan mengurus kampus tercinta ini. Ke depan Kampus STID Al-Biruni akan lebih maju lagi" ujar Pak Ali Khosim dalam sambutan penutupnya.

Selain Pak Ali Khosim, sambutan juga disampaikan oleh Pembina Yayasan mal Al-Biruni KH/ Lukman Hakim. Dalam sambutannya Kyai Lukman mengatakan,

“Kepada seluruh pejabat struktural di lingkungan STID Al-Biruni Babakan Ciwaringin Cirebon yang lama diucapkan terimakasih atas dedikasi yang diberikan selama ini untuk kemajuankampus tercinta ini, dan kepada pejabat baru kami ucapkan selamat bertugas, semangat untuk melanjutkan dan mengembangkan kemajuan program-program dakwah kekinian. Tantangan dakwah di era sekarang harusdijawab dengan menyesuaikan dakwah kekinian juga yaitu dakwah milenial, dakwah digital dan dakwah yang bisa diterima oleh generasi saat ini .“ ungkap Kyai Lukman dalam sambutannya.

Acara Sertijab diakhiri dengan Halal bi Halal dan ramah tamah.

(catatan koresponden Mustopa sekretaris Yayasan Al-Biruni dan dosen STID Al-Biruni)

 

 


Peringatan Harlah GP Ansor Ke-90, PAC GP Ansor Kecamatan Waled Gelar Donor Darah

 

Gambar Foto kegiatan donor darah dalam rangka Harlah GP Ansor ke-90 Kerja sama PMI Kabupaten Cirebon dengan PAC GP Ansor Kecamatan Waled.

ketakketikmustopa.com, Dalam rangka memperingati Harlah GP Ansor Ke-90, Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon menggelar aksi donor darah di Gedung KBNU MWCNU Waled, Minggut (28/4/2024. Kegiatan diikuti oleh Pengurus dan anggota GP Ansor, dan warga sekitar sebagai pendonor darah.

Ketua PAC GP Ansor Waled Solahudin mengungkapkan bahwa aksi donor darah ini merupakan aksi solidaritas sebagai umat muslim. Hal ini dilakukan untuk membantu ketersediaan darah di PMICirebon.

“Kegiatan donor ini sebagai bentuk bakti sosial sahabat Ansor Kecamatan Waled untuk ikut sumbangsih menambah persediaan darah bagi PMI kabupaten Cirebon yang saat ini sedang membutuhkan persediaan darah yang banyak yang biasanya pendonor berkurang. Alhamdulillah, kegiatan hari ini sedikitnya dihadiri 70 pendonor,” ucap Solahudin.

Ketua PAC Ansor Waled ini menambahkan bahwa aksi kemanusiaan ini untuk pertama kalinya diadakan . Pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh kader dan organisasi pemuda lain serta masyarakat, terkait manfaat donor darah agar pelaksanaan donor berikut dapat terlaksana secara maksimal dan peserta yang hadir jumlahnya lebih banyak lagi.

Turut hadir dalam aksi kemanusiaan ini Bapak Bayu Perwakilan PMI Kabupaten Cirebon  menyampaikan bahwa PMI melalui Unit Donor Darah terus gencar melakukan sosialisasi donor darah dengan melakukan jemput bola melibatkan berbagai elemen msyarakat demi memenuhi kebutuhan darah.

"Antusias pendonor alhmdullah banyak walupun kegiatan pertama kali dlm kegiatan ansor dgn pendftar pesrta lebih dari 70," kata Solahudin ketua PAC GP Ansor Kecamatan Waled..

Sihabudin Romli (33 tahun) salah satu pendonor juga pengurus PAC GP ansor Waled mengaku senang bisa mendonorkan darah diacara Harlah GP Ansor ke-90.

"Saya merasa senang GP Ansor Kecamatan Waled bisa mengadakan kegiatan donor darahseperti ini, harapan saya kedepannya semoga bisa dilaksanakan lagi  tiap tahun dengan tujuan membantu kemanusiaan program-program PMI Kabupaten Cirebon dalam melayani membutuhkan masyarakat," kata Sihab.

Adapun susunan scara kegiatan Harlah GP Ansor Waled sebagai berikut

08.30 - 09.00 Pembukaan

09.00 - 13.00 Kegiatan donor darah

13.00 - 14.00 Tahlil untuk muasis NU & Tasyakuran harlah GP ansor

14.00 - 15.00 halal bihalal dgn senior2 ansor

15.00 penutup/doa

Hadir juga para pengurus MWCNU Kecamatan Waled diantaranya KH. Abdul Basith (Mustasyar), KH. Daenuri, S. Pd.I (Ketua Tanfidziyah), Ust. Mustahdi, S. Ag (Ketua Tanfidziyah), Kyai Bagus Ali (Ketua Tanfidziyah), Ust. Abdul Kholik, S. Pd.I (Bendahara), H. Ropi (Bendahara) dan seluruh jajaran pengurus MWC NU Waled.

Selain pengurus MWCNU Waled, hadir pula dari ibu Nyai Waroh (Ketua PAC Muslimat NU Waled), ibu Nyai Suyatni (Pengurus PAC Muslimat NU Waled). Dari pengurus PAC IPPNU tampak hadir Aana Maulina (Ketua PAC IPPNU Waled). Dari Karang Taruna ada Nuruli Badril Huda Faizun  (Ketua Karang Taruna)

 

Kuasa Allah SWT Rumput dan Pohon Tumbuh Padahal Tidak Ada Yang Menanamnya

 

Gambar : Foto kegiatan UKM Mapalangit Biru Kampus STID Al-Biruni Cirebon

ketakketikmustopa.com, Seperti biasa kegiatan dan program Mapalangit Biru STID Al-Biruni  Cirebon selain  melaksanakan kegiatan di luar kampus juga banyak kegiatan yang dilaksanakan di Bascamp atau di dalam kampus.

 

Kegiatan Mapalangit Biru di dalam kampus tidak hanya kumpul asal kumpul tapi banyak yang dilakukan dalam rangka penguatan karakter kepada para anggotanya. Diantaranya, edukasi pendalaman materi, penanaman pohon, membuat tanaman bunga, tanaman sayuran dan lain sebagainya.

 

Untuk pendalaman materi baru-baru ini ada diskusi ringan tentang perubahan alam dan menjaga lingkungan dengan titik fokus pada tema "Kuasa Allah SWT Rumput dan Pohon Tumbuh Padahal Tidak Ada Yang Menanamnya" (19/02/2024) di Bascamp  Mapalangit Biru.

 

Penulis mencoba menyimpulkan hasil diskusi dengan para Mahasiswa Pecinta Alam  Mapalangit Biru STID Al-Biruni Cirebon. Diskusi ringan ini diikuti oleh para anggota Mapalangit Biru dengan pembicara langsung oleh Bapak Husni Mubarok, M. Ag.

 

Kalau kita perhatikan bahwa lingkungan kita misalnya kita punya lahan kosongdi saat musim kemarau itu kering dan gersang bahkan tidak dirawat sekalipun, tiba-tiba datang musim hujan tiba. Tiba-tiba btiba-tiba berubah ditumbuhi banyak rumput dan tumbuhan liar. Pertanyaannya dari mana rumput dan tanaman itu tumbuh ?

 

Rumput dan tumbuhan liar itu terbagi dua macam:

 

Pertama, jenis rumput yang tumbuh dari dari biji-biian. Biji-biji rumput dan tanaman liar lainnya ini rupanya sangat kecil, makanya kita sulit untuk dapat melihatnya. Bahkan kadang-kadang, ada biji-biji yang hanya dapat diamati melalui mikroskop.

 

Kedua, jenis tumbuhan liar yang menyebar dengan spora. Spora merupakan alat perkembang biakan pada tumbuhan. Tumbuhan ini biasanya berjenis pakis-pakisan, lumut, dan ekor kuda. Tumbuhan tersebut menghasilkan spora yang berukuran kecil. Spora-spora tersebut berada di bagian bawah daun.

 

Terbawa Angin

 

Bagaimana cara biji-bijian  dan spora tanaman itu menyebar dan tumbuh di berbagai tempat?

Ternyata biji dan spora tersebut bisa menyebar karena terbawa oleh embusan angin, lo.

Bukan hanya angin yang membuat mereka tersebar, tapi juga bisa saja benih-benih tersebut terbawa oleh air, tersangkut di bulu hewan, menempel di pakaian, termakan oleh burung lalu dikeluarkan kembali setelah diproses. 

 

Suatu ketika, biji dan spora itu akan kembali menyentuh tanah di berbagai tempat yang baru. Mereka akan tumbuh saat situasi dan kondisinya cocok. Misalnya biji-biji tersebut jatuh di suatu tempat kering, biasanya mereka mampu bertahan sampai suatu saat nanti hujan turun dan akhirnya menumbuhkan biji-biji tersebut menjadi tanaman baru.

 

Begitu pula dengan spora yang tersebar. Kalau spora tersebut jatuh di tempat yang sesuai, misalnya di tempat yang memiliki kandungan air cukup dan terlindungi, maka spora itu juga akan tumbuh menjadi tanaman yang baru.

 

Ada juga tumbuhan liar lain yang muncul sebagai tanaman baru, tapi bukan dari biji atau spora. Ada tumbuhan yang memiliki daya hidup yang tinggi. Jadi, meski tumbuhannya dibabat habis, rupanya batang rimpang yang tumbuh di bawah tanah dapat memunculkan tunas-tunas tanaman baru. Contoh tumbuhan ini adalah rumput teki.


Wallohu a'lam 

Almarhum Buya Syakur Peroleh Penghargaan Dakwah Award STID Al-Biruni Cirebon

 


ketakketikmustopa.com, Ajang penganugerahan penghargaan "Dakwah Award" STID Al-Biruni Cirebon tahun 2024 berlangsung meriah dan khidmat di tengah berlangsungnya acara sidang senat wisuda sarjana ke-7 STID Al-Biruni Cirebon (28/1/2024). Pada wisuda tahun ini mengambil tema "Islamic Dakwah for The Future of The World Society" tujuannya adalah bagaimana peran para da’i dalam menyampaikan pesan agama di masa yang akan datang yang sarat dengan problematika.

"Dakwah Award" adalah penghargaan  bagi tokoh masyarakat yang konsen di bidang dakwah. Upacara penganugerahan penghargaannya saat berlangsung prosesi sidang terbuka wisuda sarjana, kebetulan tahun ini diberikan kepada almarhum Prof. Dr. KH. Abdus Syakur Yasin, MA. atau yang biasa kita kenal Buya Syakur.

Prof. Dr. KH. Abdus Syakur Yasin, MA. adalah ulama Indonesia dan pendiri Pondok Pesantren Candangpinggan Indramayu, beliau lahir pada tanggal 02 Februari 1948 di Desa Tulungagung Indramayu Jawa Barat. Sosoknya dikenal sebagai salah satu ulama kharismatik, beliau biasa mengisi pengajian untuk lintas kalangan baik secara luring. Selain itu mengisi juga pengajian secara daring melalui kanal youtube Wamimma TV.

Pendidikan Buya Syakur tidak lepas lepas dari pendidikan pesantren,  selama belasan tahun menimba ilmu dan menyelesaikan di pondok pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon tahun 1971, setelah dari pondok pesantren Babakan beliau  melanjutkan ke Kairo Mesir. Selama kuliah di Mesir, Buya Syakur pernah diangkat juga sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kairo saat menjadi mahasiswa di Kairo pada tahun 1977, menamatkan pendidikan sarjana di Kairo dengan menulis skripsi dengan judul "Kritik Sastera Objektif Terhadap Karya Novel Yusuf As-Syiba’i".

Pada tahun 1977, Buya Syakur menyelesaikan pendidikan Ilmu Al-Qur’an di Libya, kemudian melanjutkan pendidikan magisternya di Tunisia  pada tahun 1981 di bidang Sastera Linguistik. Setelah berhasil meraih gelar magister, Buya Syakur diberi amanah menjadi staf ahli di Kedutaan Besar Tunisia. Pendidikan doktornya, Buya Syakur menempuh pendidikan di Inggris jurusan Dialog Teater lulus pada tahun 1985.

Setelah menyelesaikan waktunya selama 20 tahun belajar di luar negeri. Pada tahun 1991 Buya Syakur pulang bersama kawan-kawannya seperti Abdurahman Wahid, Qquraisy Sihab, Nurkholish Madjid dan Alwi Shihab.

Lalu, Buya Syakur fokus berdakwah di Indramayu. Kemudian pada tahun 2000, Buya Syakur membangun Yayasan Pondok Pesantren Cadangpinggan, pondok pesantren tersebut resmi berdiri pada tahun 2006. 

Selain sibuk berdakwah, Buya Syakur juga aktif menulis sejumlah buku yang berjudul Renungan Spiritual Buya Syakur Yasin, Surat-Surat Cinta Buya Syakur Yasin, Menembus Palung Hati yang Paling Dalam, dan Buku Wamima: Zikir Wamima dan Doa Ya Latif.


Penguasaan atas wawasan keilmuan yang luas bahkan terkadang memancing kontroversi di tengah masyarakat, Buya Syakur merangsang umat untuk terus berpikir demi kemajuan Islam. Setiap pernyataan-pernyataannya yang dianggap kontroversi oleh masyarakat, beliau menghadapinya dengan tenang dengan cara mengajak dialog sebagai satu-satunya solusi.


Buya Syakur adalah orang yang menggeluti dunia tasawuf, banyak masyarakat yang belajar bagaimana mengenal diri, bermuhasabah, serta belajar bagaimana bertarikat di alam. Metode ini bukan hanya pada Allah, pada sesama, tetapi juga mendekatkan diri pada alam.


Terima kasih buya, telah banyak menginspirasi di bidang dakwah, peradaban dan ilmu pengetahuan.