KH. Ridwan Abdullah (Pencipta Lambang NU)


ketakketikmustopa.com, KH. Ridwan Abdullah adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah awal Nahdlatul Ulama’. Beliau tercatat sebagai anggota A’wan Syuriyah Pengurus Besar NU sekaligus pengurus Syuriyah NU Cabang Surabaya, dengan kontribusi besar yang masih terasa hingga kini.

Peran bersejarahnya terjadi pada Muktamar NU ke-2 yang diselenggarakan pada 12 Rabiul Tsani 1346 H / 9 Oktober 1927 di Hotel Peneleh, Surabaya. Dalam muktamar tersebut, untuk pertama kalinya diperkenalkan lambang Nahdlatul Ulama’ yang terpasang di pintu gerbang hotel dan menarik perhatian seluruh peserta.

Lambang itu adalah karya KH. Ridwan Abdullah. Untuk menjelaskan maknanya, dibentuk majelis khusus yang dipimpin Kiai Raden Adnan dari Solo. Di hadapan para peserta, KH. Ridwan Abdullah menerangkan filosofi lambang NU: tali melambangkan agama dan ukhuwah Islamiyah umat Islam sedunia, untaian 99 melambangkan Asmaul Husna, bintang besar melambangkan Nabi Muhammad ﷺ, empat bintang samping melambangkan Khulafa’ur Rasyidin, empat bintang bawah melambangkan empat mazhab, dan sembilan bintang keseluruhan melambangkan Wali Songo.

Penjelasan tersebut diterima secara mufakat, dan Muktamar NU ke-2 menetapkannya sebagai lambang resmi Nahdlatul Ulama’. KH. Ridwan Abdullah juga mengisahkan bahwa sebelum menggambar lambang itu, beliau melakukan shalat istikharah dan mendapat isyarat melalui mimpi.

Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari menyambutnya dengan doa dan harapan agar makna dalam lambang NU benar-benar terwujud. KH. Ridwan Abdullah wafat pada tahun 1962 dan dimakamkan di Pemakaman Tembok, Surabaya. Bersama KH. Wahab Chasbullah dan KH. Mas Alwi Abdul Aziz, beliau dikenal sebagai Tiga Serangkai NU—tokoh peletak dasar sejarah, identitas, dan perjuangan NU.

Al-Fatihah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar