ketakketikmustopa.com, Hampir semua orang, jika ditanya tentang hidupnya, pasti menginginkan kesuksesan¹. Tidak ada satu pun yang bercita-cita gagal. Namun ironisnya, hanya sedikit yang benar-benar berani menempuh jalan menuju sukses itu dengan segala risikonya². Kebanyakan orang memilih menunggu: menunggu waktu yang dianggap tepat, menunggu situasi benar-benar aman, menunggu dukungan datang dari segala arah³. Mereka menunda langkah, berharap keadaan akan sempurna dengan sendirinya.
Padahal dunia tidak pernah menunggu siapa pun. Dunia bergerak cepat, bahkan semakin cepat dari hari ke hari⁴. Ketika kamu terlalu lama berpikir, kesempatan bisa diambil orang lain⁵. Saat kamu sibuk menimbang rasa takut, nasibmu bisa ditentukan oleh mereka yang lebih berani melangkah⁶. Bukan karena mereka lebih pintar, bukan pula karena mereka paling beruntung, tetapi karena mereka lebih nekat⁷.
Fakta kehidupan sering kali menunjukkan bahwa kesuksesan tidak selalu dimiliki oleh orang yang paling cerdas atau yang paling siap⁸. Kesuksesan justru sering diraih oleh mereka yang berani memulai meski belum merasa siap sepenuhnya⁹. Mereka melangkah ketika yang lain masih ragu¹⁰. Mereka bergerak ketika yang lain masih mencari pembenaran¹¹.
Nekat bukan berarti ceroboh¹². Nekat bukan bertindak tanpa arah atau asal-asalan¹³. Nekat adalah keberanian untuk percaya pada diri sendiri ketika jawaban belum sepenuhnya ada¹⁴. Nekat adalah keyakinan untuk melangkah meski peta belum lengkap¹⁵. Dalam kehidupan nyata, keberanian bertindak sering kali jauh lebih berharga daripada rencana sempurna yang tidak pernah dijalankan¹⁶.
Ada beberapa makna penting dari sikap nekat yang perlu dipahami dengan jernih¹⁷. Pertama, nekat berarti percaya pada diri sendiri sebelum orang lain melakukannya¹⁸. Kedua, nekat berarti berani kalah agar suatu hari mampu belajar menang¹⁹. Ketiga, nekat membuka jalan pada peluang-peluang yang sebelumnya tidak terlihat²⁰. Keempat, nekat membuatmu lebih tahan banting saat keadaan berbalik arah dan hidup tidak berjalan sesuai rencana²¹. Dan kelima, nekat adalah langkah pertama menuju kebebasan hidup yang selama ini kamu impikan²².
Semua itu, sejatinya, bisa dimulai dari satu hal sederhana: keberanian untuk memulai²³. Tidak perlu besar, tidak perlu sempurna. Cukup satu langkah pertama.
Keberanian itu menular²⁴, tetapi ketakutan juga sama menularnya²⁵. Jika kamu dikelilingi oleh orang-orang yang selalu bermain aman, kamu akan belajar takut²⁶. Namun jika kamu berada di tengah orang-orang yang berani gagal, berani jatuh, dan berani bangkit kembali²⁷, kamu akan memahami satu hal penting: risiko tidak bisa dihindari, tetapi bisa dihadapi dan dikuasai²⁸.
Maka berhentilah menunggu segalanya sempurna²⁹. Waktu yang benar-benar sempurna tidak pernah ada³⁰. Mulailah dari apa yang kamu miliki hari ini, dengan keyakinan bahwa setiap langkah nekat yang kamu ambil akan membawamu semakin dekat pada versi terbaik dari dirimu sendiri³¹. Karena pada akhirnya, dunia tidak akan mengingat siapa yang paling aman, tetapi siapa yang paling berani untuk nekat³².
Wallohu a'lam
Footnote:
1. Covey, Stephen R. The 7 Habits of Highly Effective People (New York: Free Press, 1989).
2. Dweck, Carol S. Mindset: The New Psychology of Success (New York: Random House, 2006).
3. Clear, James. Atomic Habits (New York: Avery, 2018).
4. Kahneman, Daniel. Thinking, Fast and Slow (New York: Farrar, Straus and Giroux, 2011).
5. Bandura, Albert. “Self-Efficacy: Toward a Unifying Theory of Behavioral Change,” Psychological Review 84, no. 2 (1977): 191–215.
6. Duckworth, Angela L., et al. “Grit: Perseverance and Passion for Long-Term Goals,” Journal of Personality and Social Psychology 92, no. 6 (2007): 1087–1101.
7. Robbins, Anthony. Awaken the Giant Within (New York: Simon & Schuster, 1991).
8. Maxwell, John C. Developing the Leader Within You (Nashville: Thomas Nelson, 1993).
9. Seligman, Martin E. P. Learned Optimism (New York: Knopf, 1991).
10. Tracy, Brian. No Excuses! The Power of Self-Discipline (New York: Vanguard Press, 2010).
11. Frankl, Viktor E. Man’s Search for Meaning (Boston: Beacon Press, 1959).
12. Bandura, Albert. Self-Efficacy: The Exercise of Control (New York: Freeman, 1997).
13. Brown, Brené. Daring Greatly (New York: Gotham Books, 2012).
14. Covey, Stephen R., ibid.
15. Duckworth, Angela, ibid.
16. Clear, James, ibid.
17. Robbins, Anthony, ibid.
18. Dweck, Carol S., ibid.
19. Goggins, David. Can’t Hurt Me (New York: Lioncrest Publishing, 2018).
20. Kahneman, Daniel, ibid.
21. Seligman, Martin E., and Mihaly Csikszentmihalyi. “Positive Psychology: An Introduction,” American Psychologist 55, no. 1 (2000): 5–14.
22. Ryan, Richard M., and Edward L. Deci. “Self-Determination Theory and the Facilitation of Intrinsic Motivation, Social Development, and Well-Being,” American Psychologist 55, no. 1 (2000): 68–78.
23. Al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulum al-Din (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah).
24. Hill, Napoleon. Think and Grow Rich (New York: The Ralston Society, 1937).
25. Maxwell, John C., ibid.
26. Duckworth, Angela, ibid.
27. Bandura, Albert, ibid.
28. Sinek, Simon. Start With Why (New York: Portfolio, 2009).
29. Hamka, Tasawuf Modern (Jakarta: Pustaka Panjimas).
30. QS. Al-Insyirah [94]: 5–6.
31. QS. Ar-Ra’d [13]: 11.
32. QS. Ali ‘Imran [3]: 159.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar