ketakketikmuatopa.com, Bulan Sya'ban merupakan salah satu bulan yang istimewa dalam kalender Islam. Dalam kitab Maadzi Fi Sya'ban karya Abuya Sayid Muhammad Alwi Al Maliki Alhasani, dijelaskan bahwa bulan ini menyimpan beberapa peristiwa penting yang menjadi panduan spiritual bagi umat Islam dalam menata hidup dan ibadahnya¹. Tiga peristiwa utama tersebut adalah sebagai berikut:
1. Taahwilul Qiblah – Mengubah Arah Kiblat
Salah satu peristiwa penting di bulan Sya'ban adalah taahwilul qiblah, yaitu perintah Allah SWT untuk mengubah arah kiblat dari Baitul Maqdis menuju Ka'bah di Makkah². Peristiwa ini bukan sekadar perubahan arah fisik, tetapi juga mengandung pesan mendalam bagi setiap muslim. Allah mengingatkan umat manusia untuk melakukan introspeksi diri dan mengubah orientasi hidup—menjadikan ibadah sebagai tujuan utama. Sebagaimana firman-Nya:
"Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56)³
Ayat ini mengajarkan bahwa hidup yang berorientasi pada ibadah adalah sumber kebahagiaan dan kenikmatan sejati, baik di dunia maupun di akhirat, bersama orang-orang sholeh.
2. Rof’ul Amal – Pelaporan Amal
Peristiwa kedua adalah rof’ul amal, yaitu saat amal-amal manusia dilaporkan kepada Allah SWT⁴. Bulan Sya'ban sering diibaratkan sebagai momen laporan tahunan, di mana setiap perbuatan manusia—baik besar maupun kecil—dicatat dan disampaikan kepada Allah. Rasulullah SAW senantiasa memperbanyak puasa di bulan ini agar amalnya dilaporkan dalam kondisi penuh kesungguhan dan ketaatan⁵. Fenomena ini mengingatkan kita agar senantiasa menata amal perbuatan dengan ikhlas dan istiqamah, sehingga setiap langkah kita menjadi catatan yang diridhai Allah.
3. Syahrul Sholawat – Bulan Peningkatan Shalawat kepada Nabi
Bulan Sya'ban juga dikenal sebagai syahrul sholawat, bulan yang istimewa untuk meningkatkan shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW⁶. Di bulan ini, Allah menurunkan ayat yang memerintahkan umat Islam untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebagaimana firman-Nya:
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab: 56)⁷
Meningkatkan shalawat di bulan Sya'ban bukan hanya sekadar ibadah tambahan, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Rasulullah dan menumbuhkan cinta yang mendalam kepada sunnah beliau.
Dengan memahami ketiga peristiwa ini, umat Islam diingatkan untuk senantiasa menata hidup, memperbaiki amal, dan menebar shalawat. Bulan Sya'ban bukan sekadar pengantar Ramadhan, melainkan bulan yang sarat hikmah dan pedoman spiritual bagi setiap muslim yang ingin meraih ridha Allah SWT.
Wallohu a'lam
Footnote:
1. Abuya Sayid Muhammad Alwi Al Maliki Alhasani, Maadzi Fi Sya'ban, hlm. 15-18.
2. Ibid., hlm. 20.
3. Al-Qur’an, QS. Adz-Dzariyat: 56.
4. Abuya Sayid Muhammad Alwi Al Maliki Alhasani, Maadzi Fi Sya'ban, hlm. 22.
5. HR. An-Nasa’i dan Ibnu Hibban, mengenai keutamaan puasa bulan Sya’ban.
6. Abuya Sayid Muhammad Alwi Al Maliki Alhasani, Maadzi Fi Sya'ban, hlm. 25.
7. Al-Qur’an, QS. Al-Ahzab: 56.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar