Psikologi Sosial

 


ketakketikmustopa.com, Pada edisi hari ini penulis mencoba mereview buku mata kuliah Psikologi Sosial untuk Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) STID Albiruni Babakan Ciwaringin Cirebon atau juga untuk diajarkan di Jurusan PMI, KPI, BKI, MD Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN di mana saja.

Buku ini membahas bagaimana pikiran, perasaan, dan perilaku individu dipengaruhi oleh kehadiran orang lain, baik secara nyata maupun imajiner. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi akan mempelajari proses-proses psikologis yang melatarbelakangi interaksi sosial, seperti persepsi diri dan orang lain, pembentukan sikap, pengaruh sosial, dinamika kelompok, prasangka, konflik, agresi, serta perilaku prososial.

Mata kuliah ini tidak hanya menyajikan teori-teori klasik dan kontemporer psikologi sosial, tetapi juga mengaitkannya dengan konteks dakwah Islam dan kehidupan masyarakat modern. Mahasiswa diajak memahami bagaimana prinsip psikologi sosial dapat digunakan dalam:

1. bimbingan dan konseling Islam (BKI),

2. komunikasi dan penyiaran Islam (KPI),

3. manajemen lembaga dakwah (MD),

4. serta pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Islam (PMI).

Pembelajaran dirancang berbasis Outcome Based Education (OBE) dengan pendekatan studi kasus, proyek berbasis prodi, diskusi kritis, simulasi, dan refleksi nilai Islam, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu menganalisis dan mengaplikasikannya pada situasi nyata dakwah, komunikasi, organisasi, dan kerja-kerja sosial kemasyarakatan.

Pada akhir perkuliahan, mahasiswa diharapkan:

1. memahami konsep dasar dan teori psikologi sosial,

2. memiliki kepekaan terhadap persoalan psikologis dalam masyarakat,

3. mampu merancang intervensi sosial yang humanis,

4. serta menunjukkan sikap empati, toleransi, dan akhlak mulia dalam kehidupan sosial.

Dengan demikian, mata kuliah Psikologi Sosial menjadi salah satu fondasi penting untuk membentuk dai, konselor, komunikator, dan penggerak masyarakat yang tidak hanya menguasai aspek normatif agama, tetapi juga memahami aspek psikologis manusia dan dinamika sosialnya sehingga dakwah dapat berjalan secara bijaksana, efektif, dan rahmatan lil ‘alamin.

Wallohu a'lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar