ketakketikmuatopa.com, Pada abad ke-13, ketika sebagian besar Eropa masih memiliki pengetahuan terbatas tentang dunia di luar Mediterania, seorang pedagang muda dari Venesia bernama Marco Polo tampil sebagai tokoh penting yang memperluas cakrawala geografis dan kultural Barat. Perjalanannya menuju Cathay (Tiongkok) melalui Jalur Sutra menjadi salah satu ekspedisi paling berpengaruh dalam sejarah hubungan Timur–Barat. Kisah perjalanannya kemudian dihimpun dalam karya terkenal Il Milione atau The Travels of Marco Polo, yang selama berabad-abad menjadi rujukan utama Eropa tentang Asia¹.
Latar Belakang dan Tujuan Perjalanan
Marco Polo lahir di Venesia pada tahun 1254 M dari keluarga pedagang yang aktif dalam perdagangan lintas kawasan². Pada tahun 1271 M, ia berangkat bersama ayahnya Niccolò Polo dan pamannya Maffeo Polo menuju Asia. Keduanya sebelumnya telah mencapai wilayah Mongol dan menjalin hubungan dengan Kubilai Khan, penguasa besar Dinasti Yuan. Tujuan perjalanan ini tidak hanya berdagang, tetapi juga memenuhi permintaan Kubilai Khan untuk mempererat hubungan diplomatik dan pertukaran pengetahuan dengan dunia Barat³.
Jalur Sutra dan Dunia Asia
Rombongan Polo menempuh Jalur Sutra darat, melewati Asia Tengah, Persia (Iran), dan wilayah-wilayah penting lainnya. Marco Polo menggambarkan kota-kota Persia sebagai pusat perdagangan internasional dengan jaringan pasar yang ramai dan sistem ekonomi yang relatif maju⁴. Perjalanan ini memperlihatkan kepadanya dunia Islam, Hindu, dan Buddha yang hidup berdampingan, suatu realitas yang masih asing bagi kebanyakan orang Eropa saat itu.
Setibanya di Tiongkok, Marco Polo tinggal cukup lama dan mengabdi di lingkungan istana Kubilai Khan. Ia mengamati secara langsung sistem pemerintahan Mongol-Tiongkok yang terorganisasi, mulai dari administrasi, perpajakan, hingga logistik negara⁵.
Penemuan dan Pengalaman Penting
Salah satu aspek paling revolusioner dari catatan Marco Polo adalah pengenalannya terhadap berbagai inovasi Asia Timur kepada dunia Eropa, di antaranya:
Uang kertas, yang digunakan secara luas di Tiongkok, sementara Eropa masih bergantung pada emas dan perak⁶.
Sistem pos kekaisaran, yang memungkinkan komunikasi cepat antarwilayah luas Kekaisaran Mongol.
Pemanfaatan batu bara sebagai bahan bakar, sesuatu yang nyaris belum dikenal di Eropa.
Kemajuan budaya dan teknologi Timur, termasuk perencanaan kota, industri kerajinan, dan tata kelola masyarakat.
Deskripsi ini sempat dianggap berlebihan, namun penelitian modern membuktikan bahwa banyak di antaranya sesuai dengan sumber-sumber Asia dan temuan arkeologis⁷.
Nusantara dalam Catatan Marco Polo
Dalam perjalanan pulangnya melalui jalur laut, Marco Polo mencatat wilayah Asia Tenggara, termasuk kawasan Nusantara. Ia menyebut Sumatra sebagai Java Minor (Jawa Kecil), sebuah istilah yang membedakan pulau ini dari Jawa yang lebih besar⁸. Ia juga menyinggung kerajaan-kerajaan seperti:
Samudera Pasai, yang ia sebut Samara, sebagai pusat perdagangan dan kerajaan Islam awal.
Perlak (Perlec), yang dikenal sebagai salah satu kerajaan Islam tertua di Asia Tenggara⁹.
Catatan ini menjadikan Marco Polo sebagai salah satu saksi awal Eropa tentang peran strategis Nusantara dalam jaringan perdagangan internasional abad pertengahan.
Karya Monumental: Il Milione
Pengalaman Marco Polo dihimpun dalam buku Il Milione, yang ditulis ketika ia ditawan di Genoa dan didiktekan kepada Rustichello da Pisa¹⁰. Karya ini berisi deskripsi geografis, budaya, ekonomi, dan politik dunia Timur. Walaupun terdapat unsur legenda dan pembesaran cerita, karya ini tetap dianggap sebagai sumber penting dalam sejarah pengetahuan global¹¹.
Dampak dan Kontroversi
Petualangan Marco Polo membawa dampak besar:
1. Membuka Dunia Timur bagi Eropa
Asia dipahami sebagai peradaban maju, bukan sekadar negeri mitos¹².
2. Inspirasi Penjelajahan
Buku Marco Polo mengilhami penjelajah seperti Christopher Columbus, yang membawa salinan karyanya dalam pelayaran ke Barat¹³.
3. Kontroversi Historis
Beberapa sejarawan meragukan detail tertentu karena minimnya catatan pendukung dari sumber Tiongkok. Namun, mayoritas sejarawan modern menilai bahwa keraguan ini tidak meniadakan keseluruhan kebenaran perjalanannya¹⁴.
Penutup
Secara keseluruhan, Marco Polo merupakan figur kunci dalam sejarah pertemuan peradaban dunia. Terlepas dari kontroversi yang menyertainya, perjalanannya telah menjembatani dunia Barat dan Timur, membuka jalan bagi era penjelajahan global, serta memperluas pemahaman manusia tentang keberagaman budaya dan kemajuan peradaban Asia pada abad pertengahan.
Wallohu a'lam
Footnote:
1. Marco Polo, The Travels of Marco Polo, terj. Ronald Latham, Penguin Classics.
2. John Larner, Marco Polo and the Discovery of the World, Yale University Press, 1999.
3. Morris Rossabi, Khubilai Khan: His Life and Times, University of California Press, 1988.
4. Janet Abu-Lughod, Before European Hegemony, Oxford University Press, 1989.
5. Frances Wood, Did Marco Polo Go to China?, Westview Press, 1995.
6. Jacques Gernet, A History of Chinese Civilization, Cambridge University Press, 1996.
7. Stephen Haw, Marco Polo’s China, Routledge, 2006.
8. Denys Lombard, Nusa Jawa: Silang Budaya, Gramedia, 1996.
9. Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara, Kencana, 2004.
10. Laurence Bergreen, Marco Polo: From Venice to Xanadu, Vintage Books, 2008.
11. Peter Jackson, The Mongols and the West, Routledge, 2005.
12. Felipe Fernández-Armesto, Pathfinders: A Global History of Exploration, Norton, 2006.
13. Christopher Columbus, Journal of the First Voyage.
14. John Larner, Marco Polo and the Discovery of the World, Yale University Press, 1999.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar